Lebaran 2026

Deretan Amalan setelah Salat Idulfitri Sekaligus Menjaga semangat Ramadan

Dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) ada sejumlah amalan yang bisa dilakukan setelah salat id.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Ahmad Faisol
SALAT ID - Warga Muhammadiyah di Bangkalan, Madura, memenuhi halaman Masjid Al Huda, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, untuk mengikuti salat Idul Adha 1444 H, Rabu (28/6/2023). Simak amalan setelah salat Idulfitri. 
Ringkasan Berita:
  1. Idul Fitri dianjurkan diisi amalan ibadah dan sosial.
  2. Silaturahmi dan sedekah jadi amalan utama mempererat hubungan.
  3. Ucapan tahniah dan tradisi halal bihalal tetap diperbolehkan.

 

TRIBUNJATIM.COM - Simak amalan setelah salat Idulfitri yang dianjurkan untuk umat Islam.

Amalan berikut ini juga sekaligus menjaga semangat Ramadan.

Dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) ada sejumlah amalan yang bisa dilakukan setelah salat id.

Amalan tersebut tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Baca juga: Jaga Toleransi saat Nyepi Dekat Idulfitri, PCNU Surabaya Imbau Masjid Dekat Pura Batasi Speaker Luar

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan setelah sholat Idul Fitri:

Menjalin Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Salah satu amalan utama setelah sholat Id adalah menjalin silaturahmi dan saling memaafkan.

Umat Islam dianjurkan untuk meminta maaf atas kesalahan yang pernah terjadi, baik kepada keluarga, tetangga, maupun sahabat.

Silaturahmi menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan sosial. Dengan saling berkunjung dan bermaaf-maafan, suasana kebersamaan semakin terasa dan hubungan menjadi lebih harmonis.

Bersedekah dan Berbagi Kebahagiaan

Selain zakat fitrah yang telah ditunaikan sebelumnya, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah.

Sedekah dapat diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, atau orang yang membutuhkan. Bentuknya bisa berupa makanan, pakaian, maupun bantuan lainnya.

Amalan ini menjadi wujud kepedulian sosial agar kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Mendatangi Tempat Keramaian

Pada masa Rasulullah, terdapat riwayat bahwa beliau pernah mendatangi tempat keramaian bersama Aisyah.

Dalam hadits riwayat Ahmad, Bukhari, dan Muslim disebutkan bahwa Aisyah sampai menjengukkan (memunculkan) kepala di atas bahu Rasulullah untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa menikmati hiburan yang positif pada hari raya diperbolehkan selama tetap dalam batas syariat.

Mengunjungi Rumah Sahabat atau Keluarga

Tradisi mengunjungi rumah kerabat atau sahabat telah ada sejak zaman Rasulullah.

Ketika Idul Fitri tiba, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabatnya dan saling mendoakan kebaikan.

Tradisi ini masih terus dilakukan hingga saat ini dalam bentuk silaturahmi atau halal bihalal.

Tahniah (Memberi Ucapan Selamat)

Memberikan ucapan selamat menjadi bagian dari tradisi Idul Fitri yang dianjurkan.

Beberapa contoh ucapan yang umum digunakan antara lain “taqabbala allâhu minnâ wa minkum”, “kullu ‘âmin wa antum bi khair”, “minal aidin wa al-faizin”, dan “mohon maaf lahir batin”.

Berikut salah satu penjelasan ulama terkait tahniah:

“Sebuah penutup. Al-Qamuli berkata, aku tidak melihat dari para Ashab (ulama Syafi’iyah) berkomentar tentang ucapan selamat hari raya, beberapa tahun dan bulan tertentu seperti yang dilakukan banyak orang. Tetapi al-Hafizh al-Mundziri mengutip dari al-Hafizh al Maqdisi bahwa beliau menjawab masalah tersebut bahwa orang-orang senantiasa berbeda pendapat di dalamnya. Pendapatku, hal tersebut hukumnya mubah, tidak sunnah, tidak bid’ah.”

“Al-Syihab Ibnu Hajar setelah menelaah hal tersebut menjawab bahwa tahniah disyariatkan. Beliau berargumen bahwa al-Baihaqi membuat bab tersendiri tentang tahniah, beliau berkata; bab riwayat tentang ucapan manusia satu kepada lainnya saat hari raya; semoga Allah menerima kami dan kalian;. Ibnu Hajar menyebutkan statemen al-Baihaqi tentang hadits-hadits dan ucapan para sahabat yang lemah (riwayatnya), akan tetapi rangkaian dalil-dalil tersebut bisa dibuat argumen dalam urusan sejenis tahniah ini”.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved