Hikmah Ramadan

Populer di Langit Meski Asing di Bumi: Mengenal Sosok Mukhlashin dan Keajaibannya

Menarik untuk disimak sebuah hadis yang pernah disampaikan Nabi, ketika Allah SWT menciptakan bumi sebagai cikal bakal hunian manusia

Tayang:
Editor: Sudarma Adi
Tribunnews.com
HIKMAH RAMADAN - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar melakukan sesi wawancara khusus di Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Jangan memandang enteng orang yang ikhlas; menyinggung mereka sama dengan mengundang ketersinggungan Tuhan.
  • Mulailah menata hati agar setiap amal tidak lagi bergantung pada pandangan manusia.
  • Jadikan ikhlas sebagai lifestyle, bukan sekadar beban kewajiban.

Oleh : Menteri Agama, Prof Dr KH Nasaruddin Umar

TRIBUNJATIM.COM - Menarik untuk disimak sebuah hadis yang pernah disampaikan Nabi, ketika Allah SWT menciptakan bumi sebagai cikal bakal hunian manusia, para malaikat takjub karena bola bumi itu bergetar entah berapa skala richter.

Setelah Allah meletakkan gunung sebagai  paku bumi, langsung bola bumi itu diam.

Malaikat bertanya, ya Allah masih adakah lebih hebat daripada gunung? Dijawab oleh Allah masih ada, yaitu besi.

Besi dapat meratakan bukit dan gunung. Setelah itu, malaikat bertanya, ya Allah masih adakah lebih hebat daripada besi? Dijawab oleh Allah masih ada yaitu api. 

Api dapat mencairkan besi. Malaikat bertanya lagi, ya Allah masih adakah yang lebih hebat daripada api? Dijawab masih ada yaitu air. Air dapat  mematikan api.

Baca juga: Hikmah Puasa Ramadan: Belajar Meneladani Sifat-sifat Tuhan

Setelah itu, malaikat bertanya, masih adakah yang lebih hebat daripada air? Dijawab masih ada, yaitu angin. Angin dapat menguapkan air. 

Malaikat terus bertanya, masih adakah yang lebih hebat daripada angin? Dijawab masih ada, yaitu  orang-orang yang menyumbang tangan kanannya tidak ketahuan tangan kirinya, yakni orang-orang yang betul-betul ikhlas.

Orang-orang ikhlas (mukhlishin) memiliki power yang luar biasa. Mereka lebih hebat  dari gunung, besi, api, air, dan angin.

Orang-orang ikhlas menjadikan power Tuhan sebagai power-nya. Kebanyakan di antara mereka tidak popular dibumi tetapi amat popular di langit.

Mereka semua adalah selebriti langit, yang memiliki sahabat-sahabat spiritual yang bekerja dengan caranya sendiri. Jangan sekali-kali memandang enteng orang-orang ikhlas karena para pengawalnya adalah malaikat.

Keikhlasan itu terbagi dua. Ada keikhlasan yang diupayakan oleh orang, dengan kata lain masih belum menjadikannya sebagai kebiasaan, orangnya disebut mukhlish.

Ada juga keikhlasan yang sudah menjadi habit dan kebiasaan seseorang, maka orang ini disebut mukhlash jamaknya mukhlashun. Mukhlish masih terpengaruh oleh faktor eksternal dan sewaktu-waktu masih bisa kemasukan unsur riya’, terutama pada saat seseorang menikmati banjir pujian terhadap prestasinya.

Orang ini juga masih suka menyebut kebaikan dan prestasinya walaupun dengan niat untuk mendidik. Namun yang kedua, tidak bergeming sedikitpun dengan faktor dari luar. 

Bukan dia yang berusaha untuk ikhlas tetapi Tuhan yang proaktif untuk mengikhlaskannya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved