Dukung Pelaksanaan MBG, ‎DPRD Surabaya Usulkan Dana Operasional untuk Guru

DPRD Surabaya usulkan adanya dana operasional bagi guru pendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Nurarini Faiq
DANA OPERASIONAL - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mendukung ada alokasi anggaran APBD untuk dana operasional guru pendukung MBG. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq‎

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - ‎DPRD Surabaya usulkan adanya dana operasional bagi guru pendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh sekolah di Kota Surabaya. 

Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni

Guru selama ini tidak dilibatkan sama sekali dalam tata laksana MBG.

‎‎Guru di sekolah hanya sebagai petugas pembagi di kelas-kelas.

Mereka tidak dilibatkan aktif dalam proses pelaksanaan dan pengawasan MBG di sekolah.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Arif Fathoni: Program MBG Harus Tetap Ada, Ego Sektoral Harus Dihilangkan

‎‎Minimnya keterlibatan guru dalam program MBG di sekolah ini disayangkan. Peran mereka vital dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, dan edukasi gizi bagi siswa.

‎‎“Pemilik dapur hanya mengantar dan mengambil makanan. Urusan menjaga kebersihan dan lain-lain ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kami berharap pengelola dapur juga berkoordinasi aktif dengan kepala sekolah agar ada komunikasi yang bagus,” kata Cak Thoni.

‎‎Pimpinan DPRD ini mengusulkan agar Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengalokasikan tambahan anggaran operasional pendukung program MBG.  Termasuk bagi guru-guru yang turut memastikan keberhasilan pelaksanaan di lapangan.

‎‎“Saya berharap Dinas Pendidikan juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk operasional pendukung MBG ini. Karena biasanya jam istirahat guru bisa istirahat sejenak, tapi sekarang mereka ikut membersihkan sisa makanan di kelas,” katanya.

‎‎Pimpinan Dewan ini meyakini bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka tidak pamrih untuk mensukseskan program MBG. Tetapi pemerintah juga harus menghargai setiap tetesan keringat yang mereka keluarkan.

‎‎Keberhasilan MBG bukan sekadar soal penyaluran makanan, melainkan tentang membangun sistem yang mendukung hubungan fungsional antara peserta didik dan tenaga pendidik, serta membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.

‎‎“Upaya untuk mencerdaskan bangsa itu kan hubungan yang fungsional antara peserta didik dengan tenaga pendidik," kata Cak Thoni. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved