DPRD Desak Percepat Layanan Dandan Omah, Laila Mufidah: Bila Dana Rutilahu Siap Segera Eksekusi

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendesak agar program Dandan Omah yang sudah berjalan selama ini diakselerasi.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Samsul Arifin
Dokumen Humas Pemkot Surabaya
CEK - Petugas dari Pemkot Surabaya saat mendata dan mengecek rumah di salah satu wilayah Surabaya sebelum dilakukan Dandan Omah atau bedah rumah. Tahun 2025 ini Pemkot bedah 2.069 rumah tidak layak huni. 

Program Dandan Omah atau bedah rumah tidak layak huni di Surabaya saat ini tengah berjalan. Sebanyak 2.069 rumah tidak layak huni akan dibedah selama 2025 ini. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1.600 rumah.

Wakil Ketua DPRD Laila Mufidah mengapresiasi komitmen Pemkot untuk memberi layanan dasar akan hunian layak dan nyaman.

"Kita di Dewan mengupayakan agar program yang bersentuhan masyarakat seperti Rutilahu tidak dirasionalisasi," katanya.

Saat ini bahkan pembahasan RAPBD 2026 tengah berlangsung di DPRD Surabaya. Diharapkan program Dandan Omah tahun depan menyasar lenih banyak lagi penerima manfaat.

Yang menarik, program Dandan Omah tahun depan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkot Surabaya. Pihak ketiga dan pengembang di Surabaya akan dilibatkan langsung dalam program Dandan Omah.

Tentu ini akan makin optimal Program dandan omah di Surabaya itu juga makin masif karena selama ini mendapat dukungan pusat.

Pemerintah pusat juga mempunyai program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pusat juga bisa mengcover tambahan bedah rumah sebanyak 187 unit.

Khusus untuk program Dandan Omah tak ada efisiensi. Karena menyangkut hunian dasar warga. Dalam pembahasan perubahan anggaran juga tak ada rasionalisasi untuk program masyarakat ini.

Dandan Omah diyakini akan makin optimal karena bisa dibantu CSR pihak swasta. Pimpinan DPRD mengapresiasi upaya Pemkot untuk menggandeng pihak ketiga dalam pemenuhan hak dasar hunian layak bagi warganya.

Membangun kota dengan gotong royong semua stakeholder. Sebagai kota industri dan perdagangan, banyak perusahaan ada di Kota Pahlawan. Jika mereka ikut ambil bagian dalam program Dandan Omah akan makin optimal.

Tidak menggantungkan anggaran APBD untuk Dandan Omah. APBD 2025 lalu telah  dianggarkan Rp 89 M untuk Dandan Omah. Program ini di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).

Saat ini, ada  7.789 warga Surabaya masuk dalam list antrean program Dandan Omah Pemkot Surabaya. Mereka mengajukan diri agar tempat tinggalnya yang dinilai tidak layak dibongkar total dalam program Bedah Rumah.

Selain lewat aplikasi, Bedah Rumah juga bisa diajukan melalui Musrenbang Kelurahan. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved