DPRD Desak Percepat Layanan Dandan Omah, Laila Mufidah: Bila Dana Rutilahu Siap Segera Eksekusi

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendesak agar program Dandan Omah yang sudah berjalan selama ini diakselerasi.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Samsul Arifin
Dokumen Humas Pemkot Surabaya
CEK - Petugas dari Pemkot Surabaya saat mendata dan mengecek rumah di salah satu wilayah Surabaya sebelum dilakukan Dandan Omah atau bedah rumah. Tahun 2025 ini Pemkot bedah 2.069 rumah tidak layak huni. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendesak agar program Dandan Omah yang sudah berjalan selama ini diakselerasi.

Layanan bedah rumah tidak layak huni untuk warga Surabaya itu harus dipercepat.

Tidak perlu menunggu berbulan-bulan saat petugas turun mengecek, mendata, mengukur, dan mengestimasi konstruksi bedah rumah. Segera setelah didata bisa dieksekusi.

"Terutama yang sudah mengancam keselamatan penghuninya, payanan bedah rumah harus dipercepat," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah, Senin (20/10/2025).

Apalagi saat memasuki musim hujan saat ini, warga yang sudah antre bertahun-tahun atau rumah dengan kondisi tidak layak huni, rapuh, dan bocor harus dieksekusi.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai: ‎Digitalisasi Aset Bisa Lenyapkan Praktik Calo Tanah

Baik dari kasat mata dan tim konstruksi bedah rumah dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) akan tahu. Begitu juga RT, RW, dan LPMK setempat yang harus lebih peka.

"Semua menuntut komitmen dan tanggung jawab bersama. Mari kita memenuhi hak dasar warga Surabaya tinggal di rumah yang nyaman. Tugas Pemkot secara teknis  merealisasikannya," kata Laila.

Pimpinan DPRD Surabaya ini akan mengawal ketat agar program Dandan Omah itu terealisasi secara presisi. Berjalan tepat sasaran. Dan yang paling penting tidak berlarut-larut.

Laila memberi gambaran riil saat program Dandan Omah itu perlu dilakukan akselerasi layanan. Warga di Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya malah mendapat beban baru saat rumahnya masuk list Dandan Omah.

Petugas sudah mengecek kondisi rumah hingga mengukur bangunan. Namun ternyata bedah rumah itu tidak segera dieksekusi. Sampai akhirnya, keluarga ini harus kos karena rumahnya sudah keburu ambruk.

"Kita mendorong kepekaan aparatur pemerintah lebih tinggi. Pasti petugas yang mendapat kepercayaan di lapangan paling paham. Selain itu, kami mengimbau agar RT dan RW harus sering turun ke masyarakat agar tahu kondisi terkini warganya," kata Laila.

Politisi perempuan PKB ini berharap wakil Pemkot di kelurahan dan kampung itu makin peka terhadap kondisi warganya. Tidak hanya terkait bedah rumah, tapi juga untuk intervensi program Pemkot lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai Dorong Optimalisasi Aset Pemkot: Kuncinya Digitalisasi Aset

"Kami lebih menginginkan progam Dandan Omah itu tidak semata-mata giliran atau melihat antrean. Tapi lebih melihat kondisi tidak laik huni rumahnya. Tugas aparatur menejelaskan di lapangan," kata Laila.

Bedah 2.069 Rumah

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved