Transformasi Digital Prof Nugrahini Rektor Perempuan Pertama UWKS, Misi Internasionalisasi Kampus

UWKS kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Rektor perempuan, Prof. Dr. Ir. Rr. Nugrahini Susantinah Wisnujati, M.Si.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com
EKSKLUSIF - Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) Prof. Dr. Ir. Rr. Nugrahini Susantinah Wisnujati, M.Si. dalam wawancara eksklusif bersama Harian Surya Tribun Jatim Network yang dipandu Pimred Tribun Jatim Network Tri Mulyono. Prof Nugrahini memaparkan strategi besarnya untuk meneguhkan UWKS sebagai kampus unggul 

Kami menggunakan kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang orientasinya pada impact atau dampak. Kami memetakan kebutuhan industri dan memasukkannya ke kurikulum. Mahasiswa dimagangkan agar memiliki keterampilan nyata.

Hasil tracer study menunjukkan alumni kami semakin banyak terserap. Namun kami ingin kualitas pekerjaannya juga meningkat, termasuk soal kesejahteraan.

Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah kita, kalaupun terserap kesejahteraan karyawan masih tantangan juga ini. Untuk itu kami punya keunikan tersendiri.

  • UWKS katanya punya keunikan tersendiri. Apa itu?

Kami punya moto “Anggung Wimbuh Linuwih” yaitu selalu bertumbuh. Kami juga menanamkan nilai-nilai Kewijayakusumaan, yakni Tatak yang berarti fokus, tidak mudah goyah, Tetek berarti Tekun, Tanggon berarti bertanggung jawab dan Trapsila: memiliki attitude yang baik, andap asor meski punya jabatan tinggi

Mahasiswa dibina melalui perjalanan sejarah dari Trowulan hingga Penataran, agar memahami karakter Wijaya Kusuma sebagai putra putri Raden Wijaya.

Selain soft skills, mereka juga dibekali magang dan perkuliahan berbasis standar nasional Dikti.

Seperti yang dibicarakan dalam talk show HUT Harian Surya "Selama masih ada pembaca, maka Surya masih tetap ada." Nah, itu artinya kita harus tatak. Terus fokus saja, tatak itu lebih mengarah kepada tidak mudah putus asa. Tetap. Ya, jadi kalau tatak itu fokus di situ harus itu terus.

Nah, tapi tatak itu adalah ke kemampuan untuk tidak mudah putus asa.

Tanggon itu lebih mengarah kepada tanggung jawab. Oke. Jadi kalau misalnya kita diberikan tugas, ya jangan kemudian "Wis, angel wis enggak tak kerja."

Karena biasanya pimpinan di perusahaan atau di institusi, mencari orang yang punya dedikasi, punya tanggung  jawab.

Dan untuk menyelesaikan itu, fokus. Kemudian Trapsila itu pengertiannya yo andap asor.

  • Memang dalam visi Indonesia Emas 2045, salah satu kontribusi pendidikan tinggi adalah meningkatkan gross enrollment ratio hingga 60 persen. Bagaimana UWKS mempersiapkan diri untuk target tersebut?

Benar. Di UWKS kami sudah memiliki rencana strategis (Renstra) lima tahunan. Renstra itu kemudian diturunkan menjadi rencana operasional (Renop) di masing-masing fakultas.

Semua Renop wajib mengarah pada target-target Renstra, dan Renstra itu sendiri dirancang untuk mendukung capaian Indonesia Emas 2045. Jadi, setiap program memiliki indikator yang jelas dan pengukuran capaiannya.

Salah satu keunggulan UWKS adalah Fakultas Kedokteran, yang sudah melahirkan ribuan dokter. Ke depan, inovasi apa yang sedang dikembangkan terutama dalam kerja sama dengan rumah sakit?

Fakultas Kedokteran UWKS adalah salah satu yang tertua di lingkungan PTS. Kami bekerja sama dengan banyak rumah sakit, mulai tipe A hingga tipe C. Harapannya, mahasiswa belajar dari berbagai guru dan menemukan variasi kasus yang berbeda-beda.
Kerja sama kami mencakup rumah sakit di Sidoarjo, Gresik, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Kediri, hingga Nganjuk. Kami juga bermitra dengan rumah sakit khusus seperti RSJ Menur, RSJ dr. Radjiman, dan RSUD dr. Soetomo.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved