Balai Warga RW 04 Ketandan Surabaya Jadi Percontohan Ruang Publik Adaptif Panas Ekstrem
Profesor Riset BRIN, Erma Yulihastin, menegaskan panas ekstrem ini tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga psikologis
Ringkasan Berita:
- Surabaya rentan panas ekstrem, suhu bisa naik hingga ≥5°C menurut riset BRIN.
- DAIKIN renovasi Balai Warga RW 04 Ketandan dengan teknologi pendinginan pasif dan aktif.
- Emil Dardak apresiasi inovasi ruang publik adaptif iklim, jadi inspirasi komunitas lain.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Dengan suhu harian yang kerap menembus 34–36°C di musim kemarau dan kelembaban tinggi, Surabaya menjadi salah satu kota paling rentan terhadap dampak panas ekstrem.
Riset BRIN bahkan memproyeksikan kenaikan suhu maksimum di kawasan Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, Bangkalan) dapat mencapai ≥5°C dalam periode tertentu.
Profesor Riset BRIN, Erma Yulihastin, menegaskan panas ekstrem ini tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga psikologis.
Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Marini, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyebut paparan suhu tinggi berhubungan dengan meningkatnya stres, kelelahan emosional, hingga agresivitas yang memengaruhi produktivitas masyarakat.
Baca juga: Pemkot Surabaya Hiasi Balai Kota hingga Tunjungan dengan Dekorasi Natal: Wujudkan Kota Toleransi
Inisiatif DAIKIN
Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia dan PT Daikin Industries Indonesia Budi Mulia menjelaskan bahwa melalui renovasi Balai Warga RW 04 Ketandan ini, DAIKIN berupaya mengembangkan teknik pendinginan yang lebih sesuai dengan karakter bangunan dan pola penggunaan AC di Asia Tenggara.
“Inisiatif ini kami wujudkan melalui balai warga yang dirancang sebagai ruang aman menghadapi panas ekstrem sekaligus contoh nyata bagaimana desain publik dapat membantu masyarakat beradaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar Budi.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang hadir bersama Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu dalam peresmian Balai Warga RW 04 Ketandan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi lintas lembaga tersebut.
Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya relevan untuk menjawab tantangan iklim di Surabaya, tetapi juga membuka ruang baru bagi warga Ketandan untuk berkegiatan, mulai dari seni hingga pengembangan produk UMKM lokal.
Baca juga: Cuaca Jatim Jumat, 5 Desember 2025: Malang Diguyur Hujan Ringan hingga Berkabut, Cek Suhu di Sini
Emil juga menyoroti salah satu fitur baru hasil renovasi, yakni sistem prabayar penggunaan AC melalui aplikasi khusus. Melalui aplikasi ini, warga dapat memilih durasi pemakaian AC dan melakukan pembayaran secara mandiri, di mana dana yang terkumpul akan masuk pada kas RW untuk menutup biaya listrik dan perawatan rutin.
“Model ini bukan sekadar inovasi teknis, tetapi mencerminkan semangat gotong-royong. Warga bisa menikmati kenyamanan ruangan sekaligus turut menjaga keberlanjutan operasional balai warga,” ujarnya.
Renovasi dilakukan dengan menggabungkan teknologi pendinginan pasif dan aktif. Pendinginan pasif diterapkan melalui penempatan ventilasi dan peninggian atap untuk mengalirkan udara sejuk sekaligus mendorong udara panas ke bagian atas bangunan, yang kemudian diperkuat dengan exhaust untuk membantu pembuangan udara panas.
“Sirkulasi udara yang lebih baik ini bertujuan menjaga kenyamanan ruang meski tanpa bantuan teknologi pendinginan,” tambah Budi.
Sementara itu, pendinginan aktif diwujudkan melalui pemasangan AC DAIKIN pada dua ruang balai warga, yang masing-masing mampu menampung empat hingga delapan orang.
Kedua ruangan ini juga dapat digabungkan untuk kegiatan yang membutuhkan area lebih luas. DAIKIN merancang ruangan tersebut sebagai bagian dari riset penggunaan energi, dengan perbandingan langsung antara AC inverter dan non-inverter melalui pengoperasian bergantian dalam periode tertentu.
Apresiasi Pemerintah
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap Balai Warga RW 04 Ketandan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan ruang publik yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
DAIKIN
Balai RW
Kampung Ketandan
Wakil Gubernur Jawa Timur
Emil Elestianto Dardak
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Kritik Fasilitas Sekolah, Guru ASN di Jombang Malah Dipecat, Disdikbud: Kesempatan Sudah Diberikan |
|
|---|
| Buntut Panjang Kenaikan BBM Non-Subsidi, Pakar Ekonomi Beri Warning soal Inflasi |
|
|---|
| Truk Muatan Tebu Terguling di Jalur Blitar-Malang, Arus Lalu Lintas Ikut Terganggu |
|
|---|
| Polwan Brigadir YM Dipecat usai Mencuri Uang Rp 1,1 Juta di Salon |
|
|---|
| Penyebab Kematian Perempuan Gedangsewu Tulungagung Masih Misterius, Isu Liar Berkembang di Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/peresmian-Balai-Warga-RW-04-Ketandan.jpg)