Berita Viral
Dituding Memframing Ormas Madas Terlibat Pengusiran Nenek Elina dari Rumahnya, Cak Ji: Haknya Mereka
Pihak ormas Madas menyayangkan framing yang dilakukan Armuji soal pengusiran Nenek Elina.
"Silakan lakukan upaya-upaya hukum, tetapi dengan sesuai dengan hukum dan berkeadilan," tuturnya.
"Jangan sampai framing ini, Polda Jawa Timur dalam hal ini melakukan proses penyelidikan maupun pengidikan itu merasa tertekan, tidak boleh begitu," ujar dia.
Ia juga siap mengawal perkara tersebut melalui berbagai program-program dan edukasi terhadap masyarakat.
"Kurang lebih ada 15 ambulans yang kami abdikan. Kami punya program-program yang dalam rangka untuk sama-sama mengawal penegakan dan edukasi terhadap masyarakat," kata Taufik.
Baca juga: Ayu Aulia Ogah Bela Ridwan Kamil Lagi, Pilih Bungkam Soal Polemik Aura Kasih, Puji Ibu Cinta: Keren!
Kini Polda Jatim turun tangan menangani kasus rumah Elina.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mengatakan, proses hukumnya saat ini sudah dalam tahap penyidikan polisi.
Armuji juga menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut melalui kuasa hukum Elina.
"Kami terus kawal dan komunikasi dengan pengacaranya nenek Elina, Wellem," kata Cak Ji, sapaan akrabnya, saat dihubungi pada Sabtu (27/12/2025).
"Kiranya memang baik itu yang mengarah ke kekerasan maupun pembongkaran secara paksa maupun yang lainnya," imbuhnya.
Ia mengatakan, tahap pemeriksaan saksi juga telah dilakukan dan kini tinggal menunggu pengumpulan beberapa bukti pendukung.
"Pemeriksaan saksi sudah dilakukan, kemarin juga beberapa pihak, seperti lurah dan lainnya, sudah dipanggil," ucapnya.
Cak Ji menerangkan, dirinya sempat menawarkan bantuan tempat tinggal kepada Elina.
Namun, Elina mengaku lebih nyaman tinggal bersama saudaranya.
"Kemarin nenek itu kami tawari untuk tempat tinggal," ucapnya.
"Tetapi nenek lebih nyaman kalau mereka bersama dengan saudara-saudaranya yang kemarin ikut sama neneknya itu," imbuh Cak Ji.
| Debt Collector Prank Petugas Damkar Demi Takut-takuti Penjual Nasi Goreng untuk Tagih Utang |
|
|---|
| Daycare Little Aresha Diduga Aniaya Anak Bohongi Ortu, Janji Fasilitas Lengkap Ternyata Cuma Matras |
|
|---|
| Dadan Hindayana Jawab soal Anggaran Rp5,7 M Aplikasi Rapat BGN, Dipakai untuk Koordinasi |
|
|---|
| Dikritik Dokter, Totok Sirih Ferizka Utami Tangani 250 Orang Sehari, Pasien Bayar Seikhlasnya |
|
|---|
| Nenek Sudah Bayar Rp150 Ribu, Ponselnya Malah Dikasih Tukang Servis ke Orang Lain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Cak-Ji-dituding-memframing-ormas-Madas-terlibat-aksi-pengusiran.jpg)