Mahasiswi Keperawatan Surabaya Ditodong Pistol saat Pulang Kuliah, Dompet Dirampas

mahasiswi D3 semester empat jurusan Keperawatan sebuah kampus swasta di Gubeng Surabaya jadi korban jambret

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Luhur Pambudi
SITUASI LOKASI KEJADIAN - Situasi kawasan Jalan Karang Menjangan, Mojo, Gubeng, Surabaya, pada Sabtu (10/1/2026) malam. Lokasi tersebut menjadi tempat mahasiswi jurusan keperawatan NE (20) asal Mojokerto menjadi korban perampasan yang dilakukan dua orang pria misterius bersenjata pistol, sepulang kuliah, pada Rabu (7/1/2026) kemarin. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswi keperawatan di Surabaya dijambret dua pria misterius bersenjata pistol.
  • Korban kehilangan dompet berisi KTP dan uang Rp500 ribu, ponsel berhasil diselamatkan.
  • Korban syok, belum lapor polisi, dan diminta orangtua pulang ke Mojokerto untuk urus KTP.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mahasiswi keperawatan di Surabaya menjadi korban pejambretan yang dilakukan dua orang pria misterius bersenjata pistol, sepulang kuliah, di kawasan Jalan Karang Menjangan, Mojo, Gubeng, Surabaya, pada Rabu (7/1/2026) malam. 

Informasinya, korban merupakan perempuan asal Mojokerto berinisial NE (20).

Ia merupakan  mahasiswi Program Diploma Tiga (D3) semester empat jurusan Keperawatan sebuah kampus swasta di Gubeng Surabaya. 

Lokasi kampusnya tak jauh dari lokasi kejadian dirinya menjadi korban perampasan. Karena, insiden kriminalitas yang dialami Korban NE terjadi saat pulang kampus dengan berjalan kaki, sekitar pukul 23.00 WIB. 

Ceritanya, pada malam itu, Korban NE berjalan kaki sendirian menuju ke kosannya di kawasan Jalan Kedung Tarukan I. Saat itu, ia memang sedang memegang ponsel dan dompetnya. 

Tiba-tiba, dari arah belakang, dirinya didekati dua pria misterius berboncengan motor. Lalu kedua pria tersebut berusaha merampas ponsel dan dompet yang sedang dipegangnya. 

Baca juga: Polisi Lumpuhkan Pelaku Jambret yang Tewaskan Nenek di Pamekasan Madura

Kronologi Kejadian

Korban NE sempat berusaha kabur ketika didekati oleh kedua pria misterius tersebut. Namun ia urung melakukannya. 

Selain karena tangannya sempat dipegang paksa oleh si pelaku eksekutor yang duduk dibangku bonceng, sehingga membuatnya tak bisa kabur. 

Ia juga ketakutan dan syok saat si pelaku mengeluarkan benda menyerupai pistol yang ditodongkan kepadanya. 

"Tiba-tiba ada 2 cowok pakai sepeda (motor) mengarah ke aku, langsung ngambil dompet sama HP, dan posisi pas dia ngambil itu pistolnya udah diarahin ke aku," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Selasa (13/1/2026). 

Baca juga: Kadus Jadi Jambret Tewaskan Mbah Sumriyeh, Foto Pakai Sarung saat Beraksi Tarik Gelang Viral

Takut dirinya malah dilukai oleh para pelaku, Korban NE terpaksa melepaskan genggaman tangan dari ponsel dan dompet yang sedang dibawanya. 

Entah apa penyebabnya, ternyata ponsel Korban NE malah terlepas dari genggaman tangan si pelaku, dan jatuh ke tanah. 

Namun, tidak dengan dompetnya yang berisi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan uang tunai berisi Rp500 ribu. 

"Dan itu bukan pistol mainan, dikasih tanda-tanda kalau itu beneran (senjata), akhirnya langsung aku lepas tapi HP-ku ternyata jatuh dari tangannya," katanya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved