Berita Surabaya

Respon Pemkot Surabaya soal Program Gentengisasi Prabowo: Masih Kami Kaji Lebih Dalam

Pemkot Surabaya mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menunggu petunjuk teknis dari pusat, Pemkot Surabaya

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Istimewa
DUKUNG PUSAT — Suasana Balai Kota Surabaya. Pemkot Surabaya mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menunggu petunjuk teknis dari pusat, Pemkot Surabaya mengusulkan agar material atap yang dipilih mempertimbangkan perkembangan teknologi yang kini semakin beragam dan modern. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Surabaya menyatakan dukungan terhadap program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sambil menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat dan mengkaji lebih lanjut konsep serta penerapannya.
  • Pemkot mengusulkan agar program gentengisasi mempertimbangkan perkembangan teknologi material atap seperti UPVC

 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -Pemkot Surabaya mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menunggu petunjuk teknis dari pusat, Pemkot Surabaya mengusulkan agar material atap yang dipilih mempertimbangkan perkembangan teknologi yang kini semakin beragam dan modern.

Pemkot Surabaya tengah mempelajari konsep gentengisasi yang dimaksud pemerintah pusat. “Ini masih kami kaji lebih mendalam ya. Maksudnya gentengisasi ini seperti apa. Karena saat ini teknologi material penutup atap sudah beragam, tidak hanya seng, asbes ataupun genteng,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian, di Surabaya, Rabu (4/2/2026). 

Ia menjelaskan, saat ini tersedia berbagai alternatif material atap yang lebih ringan dan memiliki keunggulan teknis. Dia mencontohkan zincalume dengan lapisan proteksi serta peredam panas dan bunyi, UPVC, hingga material transparan seperti solar taff atau polycarbonate.

Baca juga: Keris Pusaka Presiden Prabowo Dipamerkan di Budaya Luwung Pacitan

Menurutnya, beberapa material modern tersebut bahkan memiliki tampilan visual menyerupai genteng konvensional, namun dengan bobot yang jauh lebih ringan. “Material UPVC itu secara visual tampilannya bisa seperti genteng juga. Jadi opsinya banyak,” katanya.

Selain dari visual, Iman menilai aspek keselamatan bangunan juga menjadi pertimbangan penting. Genteng tanah liat maupun beton dinilai memiliki beban berat, sehingga berpotensi meningkatkan risiko saat terjadi gempa.

"Ada yang mengatakan, kalau genteng tanah liat atau beton itu volumenya berat. Saat gempa, yang membahayakan itu runtuhan bangunannya. Di beberapa daerah, bangunan ringan justru lebih disarankan karena risikonya lebih kecil,” jelasnya.

Sebagai contoh, program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang dicanangkan Pemkot Surabaya kini menggunakan atap berbahan UPVC. Selain ringan, material tersebut dinilai lebih cepat dalam proses pemasangan serta mampu meredam panas dan suara.

Ke depan, Pemkot berharap program gentengisasi tetap membuka ruang inovasi teknologi sekaligus mempertimbangkan faktor risiko, karakter wilayah, kecepatan konstruksi, hingga potensi pemberdayaan UMKM lokal.

“Kami siap mendukung. Kalau arahnya ingin tampilan seng menjadi genteng secara visual, itu bisa diwujudkan dengan material-material terbaru yang teknologinya sudah berkembang,” kata Iman. 

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan gagasan “gentengisasi”, sebuah gerakan nasional untuk mengganti atap bangunan dari seng menjadi genteng. Prabowo menyebut, mengganti atap seng dengan genteng sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas hunian, memperindah lingkungan permukiman, serta memperkuat citra Indonesia di mata wisatawan.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornasi) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

“Salah satu dalam rangka indah, saya lihat Surabaya, semua kota, semua kecamatan, hampir semua desa kita, sekarang maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat,” ujar Prabowo.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved