Konsisten Puncaki Akuntabilitas, Surabaya Pertahankan Predikat SAKIP AA

Skor melampaui angka 90, Surabaya dinilai berhasil mengintegrasikan sistem perencanaan, pelaksanaan, hingga pengukuran dampak kinerja secara presisi.

Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network
PENGHARGAAN - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menjelaskan penghargaan SAKIP “AA” yang diterima dalam ajang SAKIP dan ZI Awards 2025 di Jakarta, Rabu (11/2/2026), yang diserahkan oleh Menteri PANRB Rini Widyantini, menegaskan konsistensi Pemkot Surabaya dalam tata kelola pemerintahan berakuntabilitas tinggi. 

Ringkasan Berita:
  1. Eri Cahyadi menegaskan SAKIP berbasis kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.
  2. Surabaya mempertahankan predikat SAKIP AA dengan skor 91,83.
  3. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah jadi fondasi tata kelola berbasis data dan dampak publik.

 

TRIBUNJATIM.COM - Surabaya Pertahankan Predikat SAKIP "AA", Konsisten di Puncak Akuntabilitas Nasional

Kota Surabaya kembali meneguhkan posisinya sebagai parameter utama dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Dalam ajang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Zona Integritas (ZI) Awards 2025 di Jakarta, Rabu (11/2/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mempertahankan predikat "AA" atau "Sangat Memuaskan" dengan perolehan skor 91,83.

Capaian tersebut menempatkan Surabaya jauh di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), nilai rata-rata SAKIP untuk kementerian/lembaga berada di angka 73,61, pemerintah provinsi 69,05, dan pemerintah kabupaten/kota 64,89. Dengan skor melampaui angka 90, Surabaya dinilai berhasil mengintegrasikan sistem perencanaan, pelaksanaan, hingga pengukuran dampak kinerja secara presisi.

Dalam kesempatan itu, Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa SAKIP bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen fundamental dalam birokrasi modern. Sistem ini memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memiliki korelasi langsung dengan manfaat yang dirasakan publik.

Baca juga: Eri Cahyadi Kucurkan Rp5 Juta per Bulan per RW, Fokus Cetak Wirausaha Muda Gen Z di Kampung Surabaya

"Reformasi birokrasi adalah fondasi terkuat untuk membangun negara yang lebih kuat dan berintegritas. SAKIP menjadi dasar untuk memastikan perencanaan hingga program pemerintah benar-benar berdampak bagi masyarakat," ujar Menteri PANRB.

Ia juga mengingatkan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, mengenai pentingnya birokrasi yang unggul. Menurutnya, birokrasi yang berkualitas akan memperkuat kapasitas negara dalam mengimplementasikan kebijakan secara konsisten dan berkeadilan.

"Presiden juga menekankan bahwa birokrasi harus responsif dan melayani. Kebutuhan masyarakat harus menjadi pusat pelaksanaan reformasi birokrasi, sehingga keberhasilannya tidak hanya diukur dari efektivitas anggaran, tetapi juga dari kualitas layanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya," tuturnya.

Lebih jauh, Menteri PANRB menyebut reformasi birokrasi Indonesia tengah bertransformasi menuju digitalisasi penuh yang ditargetkan tuntas pada 2029. Menurutnya, berbagai indikator tata kelola, termasuk efektivitas pemerintahan dan pengembangan pemerintahan digital, menunjukkan perbaikan signifikan di tingkat global.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi SAKIP “AA” Jakarta
PENGHARGAAN - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan penghargaan SAKIP “AA” yang diterima dalam ajang SAKIP dan ZI Awards 2025 di Jakarta, Rabu (11/2/2026), yang diserahkan oleh Menteri PANRB Rini Widyantini, menegaskan konsistensi Pemkot Surabaya dalam tata kelola pemerintahan berakuntabilitas tinggi.

"Capaian reformasi birokrasi Indonesia telah menunjukkan pengakuan di tingkat global dan nasional. Berbagai indikator tata kelola pemerintahan, termasuk efektivitas pemerintahan dan pengembangan pemerintahan digital, mencatat perbaikan yang signifikan," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa keberhasilan yang diraih Pemkot Surabaya merupakan hasil kerja kolektif yang berkelanjutan. Ia menggarisbawahi pentingnya tindak lanjut atas rekomendasi evaluasi tahun-tahun sebelumnya sebagai kunci stabilitas kinerja.

"Keberhasilan Pemkot Surabaya dalam mempertahankan predikat AA pada evaluasi SAKIP 2025 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tidak terlepas dari konsistensi perbaikan berkelanjutan atas rekomendasi evaluasi tahun sebelumnya," kata Wali Kota Eri.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-instansi untuk mencegah tumpang tindih kebijakan. Menurutnya, kolaborasi yang solid memungkinkan proses perbaikan tata kelola berjalan lebih terstruktur dan terintegrasi. "Sehingga kinerja organisasi tidak bergerak secara parsial, melainkan dalam satu kerangka pembangunan yang koheren," tuturnya.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa keberhasilan SAKIP tidak bertumpu pada satu program tunggal, melainkan didukung oleh ekosistem inovasi dan tata kelola berbasis data.

Ia lantas memaparkan sejumlah program strategis yang mendukung capaian tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved