Cetak Insinyur Profesional Lebih Cepat, ITS Gagas Skema Pendidikan Profesi 5 Tahun Terintegrasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mewacanakan percepatan jalur pendidikan profesi insinyur bagi lulusan sarjana teknik
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Inovasi Kurikulum: Skema pendidikan S1 dan Profesi Insinyur diselesaikan dalam waktu 5 tahun.
- Tujuan Utama: Meningkatkan jumlah insinyur profesional dan mendukung Engineering Index nasional (Target 28 persen).
- Kompetensi Masa Depan: Fokus pada STEM, teknologi cerdas, dan efisiensi energi.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mewacanakan percepatan jalur pendidikan profesi insinyur bagi lulusan sarjana teknik sebagai upaya meningkatkan jumlah insinyur profesional di Indonesia.
Skema tersebut memungkinkan lulusan S1 teknik melanjutkan pendidikan profesi insinyur selama satu tahun setelah menyelesaikan studi sarjana.
Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST, MSc Eng, PhD, IPU, ASEAN Eng menjelaskan, ITS tengah mengkaji skema yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana dan profesi insinyur dalam waktu sekitar lima tahun.
Baca juga: Sosok Christopher Santoso, Mahasiswa ITS yang Sukses Jadi Dalang Lintas Budaya Meski Cadel
Dukung Target Engineering Index Pemerintah
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan karena jumlah lulusan sarjana teknik cukup banyak, tetapi tidak semuanya melanjutkan hingga memperoleh gelar profesi insinyur.
“Lulusan sarjana teknik sebenarnya cukup banyak, tetapi yang melanjutkan hingga menjadi insinyur masih relatif sedikit,” ungkapnya, Sabtu (14/3/2026).
Ia menilai percepatan jalur pendidikan profesi insinyur menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan jumlah insinyur profesional di Indonesia. Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan Engineering Index pemerintah hingga mencapai 28 persen.
Selain itu, ia menekankan bahwa praktik keinsinyuran saat ini membutuhkan paradigma baru. Insinyur masa depan diharapkan tidak hanya menguasai bidang teknik, tetapi juga memiliki kompetensi dalam sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), efisiensi energi, serta teknologi cerdas.
“Program ini bukan sekadar sertifikasi, tetapi menjadi gawang dalam praktik profesional. Akselerasi perlu dilakukan agar Indonesia mampu menyiapkan insinyur paripurna yang mendukung visi Indonesia Emas,” ujar Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut.
Bambang juga menyoroti sejumlah tantangan strategis dalam dunia keinsinyuran, di antaranya kesenjangan antara inovasi akademik dan kebutuhan industri, pentingnya menjaga integritas dan etika profesi, serta pesatnya perkembangan teknologi yang harus dikelola secara bijak oleh para insinyur.
Baca juga: ITS, Unair, dan UPN Beri Bantuan Khusus untuk Mahasiswa Asal Sumatra yang Terdampak Bencana
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT, IPU, ASEAN Eng menegaskan bahwa profesi insinyur memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan pembangunan bagi masyarakat.
“Praktik keinsinyuran harus dijalankan oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi serta mematuhi kode etik profesi,” tegasnya.
Ke depan, ITS juga berencana membahas penerapan World Engineering Forum Government Engineering Index yang digunakan untuk mengukur praktik keinsinyuran dalam pembangunan daerah.
Indeks tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas serta profesionalisme insinyur di Indonesia.
percepatan jalur pendidikan profesi insinyur
profesi insinyur
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati
ITS
TribunJatim.com
| Muswil PII Jatim 2026, PII Gresik Sebut Jadi Momentum Dukung Hilirisasi da Industrialisasi Prabowo |
|
|---|
| Nasib Camat Viral Karena Diduga Selingkuh Kini Dicopot dari Jabatannya, Bupati Angkat Bicara |
|
|---|
| Alasan Satuan Nekat Akhiri Hidup Mertuanya, Sempat Kepergok KDRT ke Istri |
|
|---|
| Cara Ashari Kiai Asusila Kabur dari Polisi, Ditangkap di Rumah Juru Kunci Petilasan |
|
|---|
| Wanita Penyapu Jadi Korban Tabrak Lari, Pelaku Pura-pura Cari Bantuan Lalu Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Suasana-Dialog-Keinsinyuran-2026.jpg)