Karya Eksklusif Namira Ecoprint, Bisnis Hijau yang Tembus Pasar Global

Prinsip itu tercermin dari perjalanan Yayuk Eko Agustin Wahyuni, sosok di balik Namira Ecoprint, brand fesyen ramah lingkungan asal Surabaya

Editor: Samsul Arifin
Istimewa
TEMBUS PASAR INTERNASIONAL - Perjalanan Yayuk Eko Agustin Wahyuni, sosok di balik Namira Ecoprint, brand fesyen ramah lingkungan asal Surabaya yang kini berhasil menembus pasar internasional. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tak ada kata terlambat untuk memulai. 

Prinsip itu tercermin dari perjalanan Yayuk Eko Agustin Wahyuni, sosok di balik Namira Ecoprint, brand fesyen ramah lingkungan asal Surabaya yang kini berhasil menembus pasar internasional.

Berbeda dari kebanyakan pelaku usaha, Yayuk justru memulai bisnisnya setelah pensiun sebagai ASN Pemerintah Kota Surabaya pada 2019. Di usia yang tak lagi muda, ia memilih untuk tetap berkarya.

Berangkat dari keresahan terhadap limbah tekstil dan kecintaan terhadap alam, ia mulai bereksperimen dengan teknik ecoprint menggunakan daun, bunga, dan bahan alami di sekitar rumahnya. 

“Waktu itu saya berpikir, masa setelah pensiun saya berhenti begitu saja. Justru saya ingin tetap produktif. Dari situ saya mulai mencoba ecoprint, awalnya hanya dari daun-daun di sekitar rumah. Tidak menyangka, dari hal kecil itu bisa berkembang sejauh ini. Buat saya ini bukan sekadar usaha, tapi juga perjalanan untuk terus belajar dan lebih dekat dengan alam,” ujar Yayuk.

Baca juga: Daihatsu Catat Market Share Tertinggi 2025, Gran Max dan Sigra Dongkrak Penjualan

Karya Eksklusif, Sentuhan Alam yang Tak Tergantikan

Di tengah hiruk-pikuk industri mode cepat yang identik dengan limbah tekstil, Namira Ecoprint hadir sebagai oase hijau dari Kota Pahlawan. 

Brand fesyen ramah lingkungan ini membuktikan bahwa usaha berkelanjutan bisa berjalan beriringan dengan operasional bisnis yang tangguh. 

Seluruh produk Namira Ecoprint dibuat menggunakan pewarna alami tanpa bahan kimia.

Setiap motif yang dihasilkan tidak pernah benar-benar sama karena dipengaruhi oleh faktor alam seperti jenis daun dan suhu.

Hal inilah yang menjadikan setiap produk bersifat eksklusif dan memiliki karakter unik.

Baca juga: Bukan Sekadar Street Fashion, Namira Ecoprint Gelar Parade Busana di Jalan Tunjungan Surabaya

Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari kain sutra ecoprint, busana pria dan wanita, tas, hingga aksesoris fesyen, yang semuanya dikerjakan secara handmade dengan ketelitian tinggi. 

Perjalanan Namira Ecoprint terus berkembang hingga menembus pasar internasional. Produk-produknya kini telah menjangkau berbagai negara seperti Rusia, Italia, hingga Kanada. 

Beberapa buyer bahkan datang langsung ke Surabaya untuk melihat proses produksi secara langsung di Butik Namira Ecoprin yang berlokasi di Perumahan Jl. Wisma Kedung Asem Indah Blok G/7, Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Selain itu, produk Namira Ecoprint juga hadir di berbagai titik strategis seperti Novotel Samator Surabaya, Surabaya Kriya Gallery Siola, Hotel Majapahit Surabaya, hingga Hotel Grand Mercure Surabaya, serta dapat diakses melalui berbagai platform e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Peran Penting Daihatsu Gran Max dalam Operasional

ANDALAN - Keandalan Gran Max sebagai kendaraan niaga memang tak perlu diragukan. Dengan kabin yang nyaman dan bak muat yang lega, mobil ini mampu mengangkut puluhan potong kain ecoprint sekaligus.
ANDALAN - Keandalan Gran Max sebagai kendaraan niaga memang tak perlu diragukan. Dengan kabin yang nyaman dan bak muat yang lega, mobil ini mampu mengangkut puluhan potong kain ecoprint sekaligus. (Istimewa)

Di balik kesuksesan tersebut, kelancaran operasional menjadi salah satu kunci penting. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved