Pencurian Rel Kereta Api di Jombang Diduga Didalangi Oknum PNS dari Surabaya
Kasus pencurian rel kereta api di kawasan emplasemen Stasiun Curahmalang, Jombang, mulai menemui titik terang.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Polisi ungkap dugaan otak pencurian rel adalah oknum PNS asal Surabaya
- Pelaku mencuri puluhan batang rel dan menjual hingga ke pabrik
- Penyelidikan terus dikembangkan, kemungkinan ada jaringan lebih luas
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Kasus pencurian rel kereta api di kawasan emplasemen Stasiun Curahmalang, Jombang, mulai menemui titik terang.
Penanganan kasus pencurian rel kereta api di kawasan emplasemen Stasiun Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang terus bergulir.
Kepolisian kini mengarah pada dugaan keterlibatan pihak lain di balik aksi tersebut, mulai dari penyuruh hingga penadah barang hasil curian.
Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengungkapkan bahwa hasil pengembangan penyelidikan mengarah pada seorang pria berinisial CIK (49), warga Surabaya yang berstatus pegawai negeri sipil.
Ia diduga berperan sebagai otak yang mengatur sekaligus memerintahkan aksi pencurian.
Baca juga: Pencurian Material Rel Kereta Api di Stasiun Curahmalang Terbongkar, Polisi Jombang Bekuk Dua Pelaku
Aksi Dirancang dan Bagi Hasil Diatur
"Tidak hanya pelaku di lapangan, kami menemukan indikasi adanya pihak yang menginisiasi dan mengoordinasi pencurian rel untuk dijual kembali," ucap AKP Bagus saat dikonfirmasi terpisah oleh Tribunjatim.com pada Kamis (16/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan, aksi tersebut telah dirancang sejak awal April 2026.
CIK diduga memerintahkan dua pelaku, yakni MS (50) asal Peterongan, Jombang dan IS (44) asal Kabuh, Jombang untuk mengambil rel bekas jenis R25 sepanjang dua meter dari area stasiun.
Pembagian hasil penjualan pun telah diatur. CIK disebut menerima Rp1 juta, sementara MS memperoleh Rp400 ribu dan IS mendapatkan Rp800 ribu.
Baca juga: Perang Senyap Mafindo Jombang Melawan Hoaks, Dari Siskamling Digital hingga Pelatihan AI
Puluhan Rel Dicuri, Aksi Kedua Gagal
Aksi pertama berlangsung pada 8 April 2026, dengan total 22 batang rel berhasil dijual.
Namun, upaya kedua yang dilakukan pada 13 April 2026 gagal setelah kedua pelaku ditangkap petugas sebelum sempat menjual barang curian.
Selain itu, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial IR (51), pengepul rongsok asal Kecamatan Diwek, Jombang yang diduga berperan sebagai penadah.
IR diketahui membeli rel curian seberat sekitar 1,1 ton dengan harga Rp3.700 per kilogram atau total Rp4.070.000, sebelum kemudian menjualnya kembali ke sebuah pabrik di Mojokerto.
"Yang bersangkutan mengetahui barang yang dibeli adalah potongan rel kereta api, namun tetap melakukan transaksi. Hal ini mengarah pada unsur penadahan," ujarnya melanjutkan.
pencurian rel kereta api
berita Jombang hari ini
Aparatur Sipil Negara (ASN)
Kecamatan Sumobito
Multiangle
TribunJatim.com
Tribun Jatim
| Sosok Kahudi Wahyu Widodo, Eks Pelatih PSIS Semarang yang Gaji 2 Bulan dan Kompensasi Belum Dibayar |
|
|---|
| 20 Quotes Hari Lahir Pancasila yang Penuh Motivasi, Cocok untuk Caption Instagram hingga WhatsApp |
|
|---|
| Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati 1 Juni, Sidang Pertama BPUPKI hingga Pidato Soekarno |
|
|---|
| 25 Link Twibbon Hari Lahir Pancasila, Dilengkapi Cara Buat dan Posting di Instagram hingga WhatsApp |
|
|---|
| Puskesmas Tiron Kediri Mendadak Terbakar saat Dini Hari, Api Diduga Berasal dari Korsleting Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pencurian-rel-kereta-api-di-sumobito-jombang.jpg)