Napas Cepat dan Berat Badan Tak Naik Bisa Tanda Kelainan Jantung Anak

Napas cepat dan berat badan anak yang tidak kunjung naik kerap dianggap sebagai gangguan ringan

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Sulvi Sofiana
HOPE - Peresmian Royal Pediatric Heart Center (HOPE) RS Royal.Acara ini dihadiri oleh puluhan dokter dari berbagai fasilitas kesehatan di Surabaya, mulai dari rumah sakit hingga klinik layanan primer. 
Ringkasan Berita:
  • Napas cepat, berat badan sulit naik, dan infeksi berulang bisa jadi tanda kelainan jantung bawaan.
  • Banyak kasus terlambat terdeteksi karena gejalanya tidak khas.
  • RS Royal Surabaya menghadirkan pusat layanan jantung anak untuk mempercepat diagnosis dan penanganan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Napas cepat dan berat badan anak yang sulit naik tidak boleh dianggap sepele.

Padahal, dua gejala tersebut bisa menjadi indikasi awal kelainan jantung bawaan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi Anak di RS Royal Surabaya, dr. I Ketut Alit Utamayasa, Sp.A(K), mengingatkan bahwa gejala kelainan jantung bawaan pada bayi dan anak sering kali tidak khas, sehingga kerap luput dari perhatian orang tua.

“Anak dengan berat badan sulit naik, napas lebih cepat dari normal, atau sering mengalami infeksi saluran pernapasan berulang perlu dicurigai. Ini bukan sekadar gangguan biasa, tetapi bisa menjadi tanda adanya kelainan jantung bawaan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Dokter Syok Ditilang Rp 1,1 Juta setelah Tolong Orang Serangan Jantung di Jalan, Aparat Minta Bukti

Tantangan Deteksi Dini

Ia menjelaskan, keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama dalam penanganan kasus ini. Banyak pasien baru diketahui mengalami kelainan jantung setelah kondisi cukup berat, sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks.

Kelainan jantung bawaan atau Congenital Heart Disease (CHD) sendiri merupakan kondisi yang sudah ada sejak lahir dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, infeksi selama kehamilan, hingga paparan lingkungan seperti polusi dan asap rokok.

“Semakin cepat terdeteksi, semakin baik hasil penanganannya. Teknologi saat ini sebenarnya sudah memungkinkan deteksi lebih dini, tetapi kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan,” kata dr. Ketut.

Hadirnya Layanan Jantung Anak Terpadu

Menjawab kebutuhan tersebut, RS Royal Surabaya telah menghadirkan layanan khusus jantung anak melalui Royal Pediatric Heart Center (HOPE). Pusat layanan ini menyediakan pemeriksaan komprehensif mulai dari skrining, diagnosis, hingga tindakan intervensi.

Direktur RS Royal Surabaya, dr. Deny, M.M., CPM (Asia), FISQua, mengatakan bahwa keberadaan layanan ini diharapkan dapat memperluas akses penanganan jantung anak, terutama di Jawa Timur yang selama ini masih terpusat di beberapa rumah sakit rujukan.

“Jumlah dokter dengan keahlian intervensi jantung anak di Indonesia masih terbatas, sementara kebutuhan cukup besar. Karena itu, layanan terfokus seperti ini menjadi penting untuk mempercepat penanganan,” ujarnya.

Baca juga: Resmikan HOPE, RS Royal Surabaya Perluas Akses Layanan Jantung Anak di Jawa Timur

Ia menambahkan, fasilitas seperti cath lab dan ekokardiografi menjadi komponen penting dalam diagnosis dan tindakan, namun faktor sumber daya manusia tetap menjadi kunci utama.

"Selama ini, antrean panjang untuk tindakan jantung anak menjadi salah satu kendala yang dihadapi pasien. Dengan hadirnya pusat layanan tambahan, diharapkan waktu tunggu dapat ditekan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat,"urainya.

Selain layanan medis, edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka keterlambatan diagnosis. Orang tua diimbau lebih peka terhadap perubahan kondisi anak, terutama jika muncul gejala berulang yang tidak kunjung membaik.

“Jangan menunggu sampai kondisi berat. Jika ada gejala yang mencurigakan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan,” tegas dr. Ketut.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved