Joki UTBK di Unesa Ketahuan Curang, Modus Semakin Canggih dan Terorganisir
Praktik perjokian dalam pelaksanaan UTBK 2026 kembali terungkap, kali ini dengan modus yang semakin canggih.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengungkap praktik joki UTBK 2026 dengan modus yang semakin canggih dan terorganisir.
- Kasus terdeteksi melalui analisis berbasis Artificial Intelligence yang menemukan kemiripan foto hingga 95 persen di dua pendaftaran berbeda.
- Pelaku merupakan bagian dari jaringan yang menyiapkan dokumen palsu, termasuk KTP dan ijazah dengan data asli namun foto dimanipulasi.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Praktik perjokian dalam pelaksanaan UTBK 2026 kembali terungkap, kali ini dengan modus yang semakin canggih.
Panitia di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menemukan indikasi kuat adanya jaringan terorganisir yang memanfaatkan teknologi hingga pemalsuan dokumen.
Kasus ini terdeteksi dari analisis data berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk mencocokkan identitas peserta lintas tahun.
Dari hasil tersebut, ditemukan satu foto dengan tingkat kemiripan hingga 95 persen yang digunakan pada dua pendaftaran berbeda.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni UNESA, Prof. Dr. Martadi, M.Sn menjelaskan bahwa foto tersebut sebelumnya muncul pada UTBK 2025, namun peserta tidak hadir. Pada tahun ini, foto yang sama kembali digunakan dengan identitas berbeda.
“Dari data awal yang kami miliki menggunakan AI, ditemukan foto dengan tingkat kemiripan hampir 95 persen yang digunakan di dua SPMB yang berbeda,” ujarnya.
“Ketika kami bandingkan dengan data tahun lalu, ternyata fotonya sama persis tetapi namanya berbeda. Ini yang kemudian memicu kecurigaan kami,” imbuhnya.
Baca juga: Indikasi Joki UTBK Terdeteksi di Universitas Negeri Malang, Modus Tukar Identitas
Berbekal temuan tersebut, panitia melakukan pengawasan lebih ketat. Saat peserta yang dicurigai hadir, panitia tetap memperbolehkan mengikuti ujian hingga selesai, sebelum akhirnya dilakukan pendalaman.
“Hasilnya yang bersangkutan mengaku sebagai joki,” kata Martadi.
Dari pengakuan tersebut, terungkap bahwa pelaku merupakan bagian dari jaringan yang bekerja secara terstruktur. Ia direkrut melalui pertemuan di sebuah kafe dan hanya mengenal satu perantara.
“Mereka direkrut di sebuah kafe dan tidak saling mengenal antar joki. Ini menunjukkan pola jaringan yang terorganisir,” jelasnya.
Lebih lanjut, seluruh dokumen yang digunakan telah disiapkan oleh jaringan, termasuk KTP dan ijazah atas nama peserta asli, namun dengan foto yang telah dimanipulasi.
“Yang bersangkutan datang tanpa membawa identitas apa pun. Semua sudah disiapkan, KTP, ijazah, semuanya atas nama peserta asli tetapi fotonya diganti,” ungkap Martadi.
| Joki UTBK Kepergok Beraksi di Unesa, Polrestabes Surabaya Bakal Periksa Semua Pihak |
|
|---|
| Joki UTBK Terendus di Surabaya, Pemeriksaan Intensif Masih Berlangsung |
|
|---|
| Curangnya Peserta UTBK di Undip Pasang Alat di Telinga, Anggota DPR: Lebih Baik Gagal dengan Jujur |
|
|---|
| Indikasi Joki UTBK Terdeteksi di Universitas Negeri Malang, Modus Tukar Identitas |
|
|---|
| Praktik Joki UTBK di Surabaya Terbongkar, 1 Orang Diamankan, Diduga Libatkan Jaringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Suasana-Ujian-Tulis-Berbasis-Komputer-UTBK-di-Universitas-Negeri-Surabaya-UNESA.jpg)