Berita Surabaya
Keren, Bakal Ada Rompi Jukir Berbarcode QRIS di Surabaya, Cegah Munculnya Jukir Liar
Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat digitalisasi layanan parkir tepi jalan. Salah satu langkah terbaru adalah pengadaan rompi khusus
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Surabaya melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya akan menerapkan rompi jukir berbarcode QRIS mulai diproses Mei 2026 dan ditargetkan digunakan Juni 2026 sebagai bagian dari digitalisasi parkir tepi jalan.
- Sistem ini sudah melibatkan 711 juru parkir dari total ribuan jukir yang diverifikasi, dengan perluasan ke berbagai ruas jalan serta upaya jemput bola untuk aktivasi rekening dan integrasi ke sistem digital.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat digitalisasi layanan parkir tepi jalan. Salah satu langkah terbaru adalah pengadaan rompi khusus juru parkir (jukir) yang dilengkapi barcode QRIS sebagai identitas sekaligus alat transaksi non-tunai.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan bahwa pengadaan rompi berbarcode tersebut akan mulai diproses pada Mei 2026. Jika berjalan sesuai rencana, rompi ini ditargetkan mulai digunakan pada Juni 2026.
“Nanti di bulan Mei ini kita akan cetak rompi yang ada barcode-nya seperti usulan [warga] di media sosial itu,” ujar Trio ketika dikonfirmasi di Surabaya.
Baca juga: Kinerja 150 Juru Parkir di Jombang Dievaluasi Dishub, Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Menurut Trio, kebutuhan rompi cukup besar karena harus menjangkau seluruh jukir yang terlibat dalam sistem parkir digital. Karena itu, proses pengadaan membutuhkan waktu sebelum akhirnya bisa diluncurkan secara resmi.
“Bulan Mei nanti kita proses pengadaannya. Jadi nanti bulan Juni bisa launching,” jelasnya.
Pengadaan rompi berbarcode QRIS ini menjadi bagian dari penguatan sistem parkir digital yang tengah digencarkan Pemkot Surabaya.
Hingga 23 April 2026, tercatat sebanyak 711 jukir telah terintegrasi dalam sistem tersebut, meningkat dari sebelumnya 616 orang.
Penambahan ini juga diiringi perluasan layanan di sejumlah ruas jalan, seperti Ngagel Jaya, Ngagel Jaya Barat, Ngagel Jaya Tengah, Pucang Anom Permai, Wonokromo, Raya Darmo Satelit, hingga Kupang Baru.
“Dengan tambahan petugas parkir, diharapkan pelayanan menjadi lebih transparan, tertib, dan mudah melalui sistem pembayaran non-tunai,” kata Trio.
Dari total 1.749 jukir tepi jalan umum (TJU), sekitar 1.300 telah melalui proses validasi data. Namun, yang aktif dalam sistem digital melalui aktivasi rekening dan ATM baru mencapai 711 orang. Dishub menargetkan jumlah tersebut segera meningkat hingga menembus 800 jukir.
Untuk mempercepat integrasi, Dishub menerapkan strategi jemput bola dengan menerjunkan tim ke lapangan. Jukir yang bersedia akan difasilitasi pembukaan rekening dan aktivasi ATM Bank Jatim.
Sementara itu, jukir yang menolak akan ditertibkan, termasuk kemungkinan diganti serta penarikan kartu tanda anggota (KTA).
Rompi berbarcode QRIS nantinya akan memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran parkir secara langsung melalui pemindaian kode. Langkah ini juga diharapkan meminimalkan potensi kebocoran retribusi sekaligus meningkatkan akuntabilitas.
| HGI City Cup 2026 Surabaya Fest Hadirkan Aturan Main Baru, Permainan Dijamin Lebih Seru |
|
|---|
| Duduk Perkara Video Viral Penertiban PKL di Karang Menjangan vs Satpol PP Surabaya |
|
|---|
| HGI City Cup 2026 Surabaya Fest Dorong Perputaran Ekonomi UMKM, Pedagang Tersenyum Kebanjiran Rejeki |
|
|---|
| Tak Diterima Diklakson, Viral Pengendara Mobil di Kota Surabaya Terlibat Adu Mulut |
|
|---|
| Pelaku Penusukan Kakek 4 Cucu di Surabaya Ditangkap, Keluarga Korban: Semoga Dapat Hukuman Setimpal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PARKIR-DIGITAL-Jukir-di-Surabaya-terus-didorong-untuk-mendukung-digitalisasi.jpg)