Kampus Diminta Evaluasi Prodi yang Sepi Peminat, Unesa Pilih Evaluasi Bertahap Selama 2 Tahun
Wacana penutupan program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri mulai disikapi serius oleh Universitas Negeri Surabaya
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Prodi sepi peminat diberi waktu dua tahun untuk evaluasi dan pembenahan
- Sekitar 6–7 prodi di Unesa saat ini masuk tahap kajian
- Penutupan tidak dilakukan gegabah demi melindungi mahasiswa dan dosen
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Wacana penutupan program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri mulai disikapi serius oleh Universitas Negeri Surabaya.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebelumnya mendorong kampus untuk mengevaluasi, bahkan menutup program studi yang minim peminat maupun tidak lagi sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.
Namun, kampus memastikan program studi tersebut tidak akan langsung ditutup, melainkan diberi waktu selama dua tahun untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan jumlah mahasiswa baru.
Wakil Rektor I Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., mengatakan evaluasi tersebut telah dilakukan sejak Unesa berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Kampus bahkan membentuk bidang khusus yang menangani pembukaan dan penutupan program studi.
Baca juga: Anti Titip-Titipan, Sekolah Rakyat Unesa Surabaya Dukung Rekrutmen Siswa Lewat Jemput Bola
Prodi Turun Peminat Bisa Di-Merger atau Ditutup
“Ketika Unesa sudah PTN-BH, lalu Unesa sudah memetakan mana prodi-prodi yang trennya menurun, kemudian yang tetap stabil dan ada trennya naik,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Menurut Martadi, program studi yang mengalami tren penurunan tidak otomatis dihapus.
Kampus terlebih dahulu melakukan analisis terkait penyebab menurunnya minat mahasiswa sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Kalau dia enggak naik maka nanti ada kemungkinan prodi ini akan di-merger dengan prodi yang lain atau ditutup,” katanya.
Ia menyebut terdapat sekitar enam hingga tujuh program studi jenjang S1 dan S2 yang saat ini masuk tahap evaluasi.
Baca juga: Pihak Kampus Syok Dokumen yang Ditunjukkan Joki UTBK di Unesa Mirip Asli, Pelaku Orang-orang Pintar
Perubahan Kurikulum dan Lapangan Kerja Jadi Faktor
Sebagian besar berasal dari rumpun kependidikan, meski ada pula program studi ilmu murni.
Martadi menjelaskan, penurunan minat pada sejumlah program studi dipengaruhi berbagai faktor.
Salah satunya perubahan kebijakan kurikulum di sekolah yang membuat beberapa mata pelajaran tidak lagi diajarkan secara spesifik.
“Misalnya pendidikan bahasa Jerman. Karena di sekolah enggak ada mata pelajaran bahasa Jerman, maka lulusannya agak susah untuk mengajar. Itu salah satu yang kemarin kita kaji apakah ditutup atau di-merger dengan sastra Jerman,” jelasnya.
Selain perubahan kurikulum, faktor lain yang memengaruhi ialah jumlah lulusan yang dinilai sudah terlalu banyak di lapangan sehingga memengaruhi minat calon mahasiswa untuk masuk ke program studi tertentu.
Unesa
Rektor Unesa
Kemenristekdikti
Program Studi (Prodi)
jurusan kuliah
berita Surabaya Hari ini
Multiangle
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Polda Jatim Bongkar Skandal Subsidi Energi: 79 Tersangka Ditangkap, Kerugian Negara Capai Rp7,5 M |
|
|---|
| Pakai Anggaran Rp 50 Juta, SD Swasta di Solo ini Punya Kebun untuk Makan Bergizi Siswa |
|
|---|
| Tak Akan Ada Demo May Day di Lamongan, Buruh dan Pengusaha Sudah Ada Kesepakatan |
|
|---|
| Career Mismatch Jadi Kekhawatiran Orang Tua, BINUS Malang Hadirkan Solusi Nyata |
|
|---|
| Bocah Kakak Beradik Yatim Piatu Hidup dari Bantuan Tetangga, Rumah Roboh Diterjang Puting Beliung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/unesa-soal-prodi.jpg)