Kampus Diminta Evaluasi Prodi yang Sepi Peminat, Unesa Pilih Evaluasi Bertahap Selama 2 Tahun

Wacana penutupan program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri mulai disikapi serius oleh Universitas Negeri Surabaya

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Sulvi Sofiana
PRODI - kiri Wakil Rektor I Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.usai wisuda Unesa, Rabu (29/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Prodi sepi peminat diberi waktu dua tahun untuk evaluasi dan pembenahan
  • Sekitar 6–7 prodi di Unesa saat ini masuk tahap kajian
  • Penutupan tidak dilakukan gegabah demi melindungi mahasiswa dan dosen

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Wacana penutupan program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri mulai disikapi serius oleh Universitas Negeri Surabaya. 

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebelumnya mendorong kampus untuk mengevaluasi, bahkan menutup program studi yang minim peminat maupun tidak lagi sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.

Namun, kampus memastikan program studi tersebut tidak akan langsung ditutup, melainkan diberi waktu selama dua tahun untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan jumlah mahasiswa baru.

Wakil Rektor I Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., mengatakan evaluasi tersebut telah dilakukan sejak Unesa berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Kampus bahkan membentuk bidang khusus yang menangani pembukaan dan penutupan program studi.

Baca juga: Anti Titip-Titipan, Sekolah Rakyat Unesa Surabaya Dukung Rekrutmen Siswa Lewat Jemput Bola

Prodi Turun Peminat Bisa Di-Merger atau Ditutup

“Ketika Unesa sudah PTN-BH, lalu Unesa sudah memetakan mana prodi-prodi yang trennya menurun, kemudian yang tetap stabil dan ada trennya naik,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Menurut Martadi, program studi yang mengalami tren penurunan tidak otomatis dihapus.

Kampus terlebih dahulu melakukan analisis terkait penyebab menurunnya minat mahasiswa sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Kalau dia enggak naik maka nanti ada kemungkinan prodi ini akan di-merger dengan prodi yang lain atau ditutup,” katanya.

Ia menyebut terdapat sekitar enam hingga tujuh program studi jenjang S1 dan S2 yang saat ini masuk tahap evaluasi. 

Baca juga: Pihak Kampus Syok Dokumen yang Ditunjukkan Joki UTBK di Unesa Mirip Asli, Pelaku Orang-orang Pintar

Perubahan Kurikulum dan Lapangan Kerja Jadi Faktor

Sebagian besar berasal dari rumpun kependidikan, meski ada pula program studi ilmu murni.

Martadi menjelaskan, penurunan minat pada sejumlah program studi dipengaruhi berbagai faktor. 

Salah satunya perubahan kebijakan kurikulum di sekolah yang membuat beberapa mata pelajaran tidak lagi diajarkan secara spesifik.

“Misalnya pendidikan bahasa Jerman. Karena di sekolah enggak ada mata pelajaran bahasa Jerman, maka lulusannya agak susah untuk mengajar. Itu salah satu yang kemarin kita kaji apakah ditutup atau di-merger dengan sastra Jerman,” jelasnya.

Selain perubahan kurikulum, faktor lain yang memengaruhi ialah jumlah lulusan yang dinilai sudah terlalu banyak di lapangan sehingga memengaruhi minat calon mahasiswa untuk masuk ke program studi tertentu.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved