Berita Surabaya

Update Harga Daging di Surabaya Jelang Idul Adha 2026, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Tren harga daging dan sejumlah bahan pokok di Surabaya terpantau relatif stabil menjelang Idul Adha 2026. 

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Bobby Constantine Koloway
HARGA STABIL — Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meninjau Pasar Pucang Anom, Surabaya, Sabtu (2/5/2026). Tren harga daging dan sejumlah bahan pokok di Surabaya terpantau relatif stabil menjelang Idul Adha 2026. 

Bambang menegaskan, pengawasan terhadap 11 komoditas pokok harus diperketat sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

“Jangan sampai terjadi kenaikan tidak wajar atau kelangkaan. Ini harus terus dipantau,” tegas anggota Komisi VII DPR RI tersebut.

Mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497/2025, Nomor 2/2025, dan Nomor 5/2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, jadwal libur Idul Adha 2026 ditetapkan pada akhir Mei 2026. 

Rinciannya, Rabu, 27 Mei 2026 merupakan libur nasional Idul Adha 2026 dan Kamis, 28 Mei 2026 menjadi cuti bersama Idul Adha 2026

Selain memantau harga, ia juga menyoroti kondisi infrastruktur pasar yang dinilai perlu pembenahan. Ia mendorong Pemkot Surabaya dan DPRD untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional agar kembali diminati masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Bambang turut memberikan bantuan berupa Wi-Fi untuk mendukung digitalisasi pedagang, memperbaiki talang bocor, serta mengisi ulang alat pemadam kebakaran (APAR) yang kedaluwarsa. 

“Pasar ini perlu perhatian. Harus dibuat lebih layak agar masyarakat kembali tertarik berbelanja,” katanya.

Kepala Pasar Pucang Anom, Farah Soraya, mengapresiasi perhatian tersebut. "Kami berterima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan, mulai dari perbaikan talang, pengisian APAR, hingga fasilitas Wi-Fi,” ujarnya.

Di sisi lain, Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya telah mewaspadai adanya tekanan ekonomi global yang berdampak pada sektor daging. 

Direktur Jasa Niaga RPH Surabaya, Megawati, mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak dan mahalnya sapi hidup menjadi tantangan utama.

“Ekonomi global tidak baik-baik saja. Harga sapi hidup cukup tinggi, ini menjadi tantangan bagi mitra jagal maupun kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut mulai memengaruhi aktivitas pemotongan hewan dan daya beli masyarakat. 

Karena itu, RPH melakukan efisiensi serta mengembangkan pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis. 

Dengan kondisi ini, harga daging dan bahan pokok di Surabaya menjelang Idul Adha masih relatif stabil. Namun, pengawasan dan langkah antisipatif tetap diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasar.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved