Harga BBM Naik

Kelangkaan Solar dan Masalah Barcode Hantui Sopir Truk Sidoarjo, Biaya Logistik Terancam Membengkak

Truk-truk yang seharusnya bisa menggunakan solar subsidi ternyata juga kesulitan mendapatkan BBM untuk kendaraannya.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/M Taufik
EKSPEDISI – Truk yang keluar dari sebuah perusahaan ekspedisi di Sidoarjo. Mereka mengaku terdampak atas kenaikan harga BBM yang sedang terjadi, bahkan beberapa sopir mengeluh kesulitan dapat solar 

Ringkasan Berita:
  • Kendala Teknis: Sopir truk mengeluhkan barcode subsidi yang tiba-tiba terblokir dan stok solar sering kosong di SPBU.
  • Dampak Operasional: Pengiriman logistik antarkota (Surabaya–Banyuwangi) dan antarpulau terhambat.
  • Dilema Tarif: Perusahaan ekspedisi di Sidoarjo belum menaikkan harga karena persaingan ketat, meski margin keuntungan menipis.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Kenaikan harga solar nonsubsidi berdampak pada banyak sektor. 

Truk-truk yang seharusnya bisa menggunakan solar subsidi ternyata juga kesulitan mendapatkan BBM untuk kendaraannya.

Seperti diceritakan beberapa sopir truk yang biasa menjalankan rute pengiriman Surabaya – Banyuwangi.

Di beberapa SPBU, mereka tidak bisa mendapatkan BBM. Ada yang stoknya habis, ada juga karena barcode yang mereka miliki tidak bisa dipakai.

Baca juga: Truk Mebel Terbakar di Depan SPBU Albatros Sidoarjo, Warga Sempat Panik Khawatir Api Merembet

Fenomena Barcode Terblokir dan Stok Kosong

“Kebetulan saya aman. Karena BBM truk yang saya bawa sudah diisi dari perusahaan. Tapi teman-teman banyak yang kesulitan. Banyak barcode tidak bisa dipakai. Tidak tahu apa penyebabnya,” kata Ayok, sopir truk sebuah perusahaan di Sidoarjo saat perjalanan menuju Banyuwangi, Rabu (6/5/2026).

Hal serupa diceritakan oleh Bagoes Asmara, Marketing perusahaan ekspedisi Lintas Samudra Jaya. Menurutnya, banyak keluhan dari sopir di perusahaan ekspedisi tersebut yang kesulitan mendapat solar.

Ada sejumlah sopir yang melapor tidak bisa mengisi solar karena barcode-nya tidak bisa. Anehnya, barcode itu tidak ada masalah apa-apa tapi seperti terblokir. Dia juga tidak paham, kenapa banyak barcode milik sopirnya yang tidak bisa. Ditambah lagi, beberapa laporan sopir menyebut sulit dapat BBM karena stok kosong.

“Sopir kami yang sedang di Balikpapan dan beberapa daerah lain juga menceritakan demikian. Kita jadi repot, apalagi ketika di daerah pedalaman. Mau ngisi BBM full tank dan nambah di jerigen, takut dianggap menimbun. Tapi kalau ngisi sekadaranya, potensinya kesulitan dapat BBM lagi saat dalam perjalanan,” kata Bagoes.

Diakuinya, kenaikan harga BBM membuat perusahaan harus berputar otak. Sementara ini, mereka mengaku hanya bisa bersabar sambil menunggu kondisi.

“Ketika harga BBM naik, pasti berdampak pada harga logistic. Dan berikutnya, tentu harga barang juga akan ikut naik. Namun, sementara ini kami belum berani menaikkan harga, nunggu keadaan dulu. Apakah harus naik, atau bagaimana nanti,” lanjutnya.

Baca juga: Sejarah Candi Tawangalun Sidoarjo, Jejak Peninggalan Kerajaan Majapahit dengan Legenda Putri Alun

Ketika naik, resikonya bakal kehilangan banyak pelanggan. Karena persaingan di sektor logistic cukup ketat. Sementara jika tidak naik harga, tentu bakal boncos ketika harga BBM mengalani kenaikan.

Belum lagi kontrak kerja dengan perusahaan yang berlaku lama, bulanan atau tahunan. Tentu tidak mungkin menaikkan harga di tengah jalan.

Kondisi yang terjadi sekarang ini, diakuinya memang tidak sampai rugi ketika tidak menaikkan harga. Tapi pengiriman mengalami banyak kendala dan margin atau keuntungan yang didapat juga semakin tipis.

Harapannya, tentu pemerintah mengambil kebijakan yang baik. Harga bahan bakar bisa stabil, supaya rantai logistik tetap aman dan tidak sampai berpengaruh kepada kenaikan harga barang.

“Kabarnya, beberapa harga tiket kapal sudah naik. Kalau tidak salah, jurusan Semarang – Pontianak dan Jakarta – Pontianak sudah naik. Dan jika semua naik, tentu biaya logistik akan semakin mahal,” katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved