Harga BBM Naik

Puluhan Kapal Besar di Tuban pilih Libur Melaut Imbas Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan harga BBM ini pun mulai dirasakan, terutama oleh nelayan yang menggunakan kapal berukuran besar.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Muhammad Nurkholis
KAPAL - Sejumlah kapal nelayan bersandar di pesisir Tuban. Kenaikan harga BBM non subsidi membuat sebagian kapal berukuran besar memilih tidak melaut, sementara aktivitas nelayan kecil masih berjalan normal. 

Ringkasan Berita:
  • Akibat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, puluhan kapal nelayan di Kabupaten Tuban terpaksa tidak melaut.
  • Meski puluhan kapal berhenti beroperasi, para ABK tidak sepenuhnya menganggur.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Puluhan kapal nelayan di Kabupaten Tuban terpaksa tidak melaut akibat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, Rabu (6/5/2026).

Pemerintah diketahui resmi menaikkan harga sejumlah BBM non subsidi.

Baca juga: Nelayan Pesisir Panarukan Tak Keluhkan Stok BBM, Kebutuhan Masih Tercukupi

Pertamax Turbo naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter.

Sementara Dexlite mengalami kenaikan dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex meningkat dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.

Sebagai daerah pesisir, Kabupaten Tuban memiliki banyak masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan. 

Kenaikan harga BBM ini pun mulai dirasakan, terutama oleh nelayan yang menggunakan kapal berukuran besar atau di atas 30 Gross Tonnage (GT).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban, Faisol Rozi, menjelaskan bahwa nelayan di Tuban tersebar di lima kecamatan, yakni Palang, Tuban Kota, Jenu, Tambakboyo, dan Bancar. 

Namun, nelayan di Kecamatan Tuban Kota, Jenu, Tambakboyo, mayoritas adalah nelayan kecil yang melaut harian. 

Sedangkan kapal berukuran cukup besar dengan rentan waktu melaut mingguan mayoritas berada di Kecamatan Palang dan Bancar.

"Untuk nelayan besar berada di dua kecamatan, yaitu Palang dan Bancar," ujarnya.

Ia menambahkan, di Tuban untuk nelayan dengan kapal di atas 30 GT biasanya akan melaut dengan durasi lebih lama. 

Bahkan sekali melaut, bisa mencapai satu bulan.

Dan untuk jenis kapal semacam ini, hanya berada di Kecamatan Palang, dengan jumlah sekitar 30 unit kapal.

"Jumlah kapal di atas 30 GT di Kecamatan Palang sekitar 30 kapal. Saat ini mereka belum bisa melaut karena kenaikan BBM non subsidi," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved