ITS Kembangkan Strip Test Pendeteksi Minyak Babi, Diproyeksi Dijual Rp10 Ribu per Strip
Tim peneliti dari ITS mengembangkan alat pendeteksi kandungan minyak babi berbentuk strip test kit yang praktis dan mudah
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Tim peneliti ITS mengembangkan strip test kit untuk mendeteksi kandungan minyak babi pada makanan.
- Alat bekerja dengan metode perubahan warna berbasis material nano dan lebih praktis dibanding uji laboratorium.
- Jika diproduksi massal, alat diperkirakan dijual sekitar Rp10 ribu per strip.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kekhawatiran terhadap kandungan halal dalam makanan masih menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi umat muslim yang bepergian ke negara dengan mayoritas penduduk non-muslim.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan alat pendeteksi kandungan minyak babi berbentuk strip test kit yang praktis dan mudah digunakan.
Riset ini dipimpin oleh Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama tim dari Pusat Studi Halal ITS, termasuk Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD.
Inovasi tersebut dirancang agar masyarakat dapat melakukan pengecekan kandungan minyak babi tanpa harus melalui pengujian laboratorium yang rumit seperti metode Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun teknologi elektrokimia.
Ruri menjelaskan, alat yang dikembangkan bekerja dengan prinsip perubahan warna berbasis material nano. Mekanismenya menyerupai kertas indikator pH, sehingga pengguna cukup melakukan pengujian sederhana untuk mengetahui ada tidaknya kandungan minyak babi dalam makanan.
Baca juga: Sosok Bagus Budiarto, Insinyur Alumni ITS yang Mendesain Gedung Museum Marsinah di Nganjuk
Gunakan Teknologi Perubahan Warna
“Deteksi dilakukan menggunakan pendekatan optis melalui perubahan warna pada reagen yang bereaksi secara kimia dengan minyak yang menjadi target,” jelasnya.
Dalam proses pengembangannya, tim peneliti ITS melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan formulasi reagen yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kandungan minyak babi.
Teknologi kolorimetri yang digunakan dinilai lebih sederhana dan ekonomis dibanding metode deteksi konvensional.
"Alat ini juga dikembangkan untuk mendeteksi bahan lain yang berpotensi memicu alergi makanan,"urainya.
Baca juga: Megawati Soekarnoputri Menangis usai Nonton Film Pesta Babi, Soroti Kerusakan Hutan Papua
Dikembangkan untuk Deteksi Alergen Makanan
Menurut Ruri, prinsip kerja alat tetap sama, yakni memanfaatkan perubahan warna, namun formulasi reagen dan katalis akan disesuaikan dengan jenis zat yang ingin diidentifikasi.
Dosen Departemen Teknik Fisika ITS itu berharap inovasi ini dapat membantu masyarakat memiliki kendali lebih besar terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi, baik saat bepergian maupun ketika menikmati kuliner sehari-hari, termasuk produk UMKM.
"Selain fokus pada pengembangan teknologi, targetnya produksi alat dapat dilakukan secara mandiri di dalam negeri untuk mendukung penguatan ekosistem entrepreneurial university dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor,"tegasnya.
Apabila telah diproduksi massal, strip test pendeteksi minyak babi ini diperkirakan dapat dipasarkan dengan harga sekitar Rp10 ribu per strip untuk sekali pengujian.
Harga tersebut masih berpotensi turun apabila kapasitas produksi semakin besar.
Strip Test
ITS
Berita Surabaya Terbaru
berita Surabaya Hari ini
berita Jatim terbaru
berita Jatim hari ini
minyak babi
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Daftar Lokasi Salat Idul Adha 2026 Muhammadiyah di Surabaya, Lengkap Beserta Khotibnya |
|
|---|
| Cara Menonton Wukuf di Arafah Puncak Ibadah Haji 2026 dari Rumah |
|
|---|
| Skandal Perselingkuhan Oknum ASN Setwan Lamongan: Berkas BAP Naik ke Sekda, Sanksi Berat Menanti |
|
|---|
| AC Milan Ambil Keputusan Besar usai Gagal Lolos ke Liga Champions, Sejumlah Pejabat Terdepak |
|
|---|
| Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban Jumbo Seberat 1 Ton untuk Warga Tuban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Dosen-Departemen-Teknik-Fisika-ITS-Dr-rer-nat-Ruri-Agung-Wahyuono-ST.jpg)