Pemkot Surabaya Sosialisasikan Perlinsos Digital, Bansos Ditargetkan Lebih Tepat Sasaran
Pemkot Surabaya melakukan sosialisasi Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) kepada warga, Kamis (4/6/2026).
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar sosialisasi Perlinsos Digital untuk memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
- Surabaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) program digitalisasi bantuan sosial yang menyasar masyarakat kategori desil 1 hingga 4.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya mulai mensosialisasikan program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) sebagai upaya meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos).
Program ini bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi di Joglo Cak Markeso, Jalan Ketandan Lor, dan Kantor Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya, Kamis (4/6/2026).
Sejumlah pejabat pusat turut hadir. Di antaranya Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Komdigi RI, Wijayakusuma Wardana, serta Pelaksana Harian (Plh) Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDLN) Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri, Mensuseno.
Wijayakusuma mengatakan sosialisasi ini merupakan bagian dari uji coba implementasi Perlinsos Digital. Program ini menyasar warga dalam kategori desil 1 hingga 4.
Baca juga: Dishub Surabaya Beri Sanksi Kru Suroboyo Bus dan Wirawiri, Diduga Ugal-ugalan dan Ubah Rute
“Tujuannya mengintegrasikan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah agar lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem digital ini akan memverifikasi data penerima, termasuk verifikasi wajah. Data tersebut digunakan untuk menilai kelayakan penerima bansos.
“Kita mencoba digitalisasi, termasuk verifikasi wajah dan data. Untuk memastikan apakah penerima layak atau tidak,” katanya.
Dalam pelaksanaan uji coba, petugas sempat menemukan kendala pada proses pendaftaran melalui aplikasi.
Menurut Wijayakusuma, hal itu terjadi pada sistem aplikasi Perlinsos Digital.
Namun, ia memastikan kendala tersebut telah ditangani. Uji coba akan terus dilakukan untuk penyempurnaan sistem.
“Kendalanya sudah kami identifikasi dan solusinya sudah ditemukan. Ke depan tetap perlu pelatihan dan uji coba berulang, baik oleh agen maupun secara mandiri,” ujarnya.
Ia berharap program ini dapat berjalan optimal dan diperluas ke daerah lain.
"Harapannya, digitalisasi bansos ini membuat penyaluran lebih tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu,” tambahnya.
Sementara itu, Plh Direktur IDLN Kemendagri, Mensuseno, menyebut Surabaya menjadi salah satu kota pilot project Perlinsos Digital.
| Dishub Surabaya Beri Sanksi Kru Suroboyo Bus dan Wirawiri, Diduga Ugal-ugalan dan Ubah Rute |
|
|---|
| Surabaya Perang Lawan Jukir Liar, Foto Jukir Resmi Dipajang di Rambu Jalan: Beda Wajah Silakan Lapor |
|
|---|
| Mulai 2 Juni 2026, SPMB SD Negeri Surabaya Gunakan Sistem Prioritas Usia |
|
|---|
| HJKS ke-733: Surabaya Catat IPM Tertinggi di Jatim, Plh Wali Kota Dorong Semangat Kampung Pancasila |
|
|---|
| Pemkot Surabaya Salurkan 80 Hewan Kurban saat Idul Adha 2026, Sumbangan Berbagai Pihak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pemkot-Surabaya-melakukan-sosialisasi-Perlindungan-Sosial-Digital-Terintegrasi.jpg)