Siswa di Trenggalek Bisa Dapat Uang Saku dari Bupati Mas Ipin Lewat Program 'Sangu Sampah'

Tanamkan kepedulian lingkungan, Bupati Mas Ipin beri uang saku kepada siswa Trenggalek yang kumpulkan sampah ke sekolah 

Tayang:
Dokumentasi Protokol Pimpinan Kabupaten Trenggalek
SANGU SAMPAH - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di sela-sela penanaman rumput Vetiver di Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (18/11/2025). Bupati akan memberikan uang saku kepada siswa yang mengumpulkan sampah ke sekolah. 
Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Trenggalek targetkan Net Zero Carbon 2045 lewat program Sangu Sampah.
  • Program menyasar pelajar, sampah dipilah → poin → dikonversi jadi uang saku tambahan.
  • Pemkab gandeng PT JET dan BPR Jwalita untuk membangun rantai nilai ekonomi dari sampah.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Target Kabupaten Trenggalek menuju Net Zero Carbon 2045 diwujudkan melalu salah satu programnya Sangu Sampah

Program ini didgagas langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Program ini menyasar para pelajar dengan memberikan insentif berupa uang saku dari hasil pengumpulan sampah, Rabu (03/12/2025).

Program tersebut dituangkan dalam Instruksi Bupati Trenggalek Nomor 100.3.4.2/2199/406.002.1/2025 dan direncanakan resmi dilaunching pada 21 Desember 2025.

"Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini dan membangun budaya memilah serta mengumpulkan sampah," ujar Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin, Rabu (3/12/2025).

Baca juga: Strategi Bupati Mas Ipin Kendalikan Inflasi Trenggalek Tetap Stabil: Kuncinya Pendekatan Ekologi

Kolaborasi BUMD

Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah daerah akan menggandeng dua BUMD, yaitu PT JET dan BPR Jwalita. Keduanya akan berbagi tugas dalam membangun rantai nilai ekonomi dari sampah.

"Kami mempersiapkan PT JET sebagai rantai yang menilai sampah menjadi nilai ekonomi. Sedangkan BPR Jwalita bertugas mendistribusikan nilai ekonomi dari pengumpulan sampah," jelasnya.

Implementasi di Sekolah

Program Sangu Sampah akan diterapkan di seluruh lembaga pendidikan di Kabupaten Trenggalek. Setiap sekolah diwajibkan menyediakan fasilitas pemilahan sampah berdasarkan delapan kategori yang sudah ditetapkan.

"Setiap siswa bisa membawa sampah sesuai kategori. Sampah akan dikumpulkan dan dinilai sehingga siswa bisa mendapatkan poin," terangnya.

Baca juga: Arena Judi Sabung Ayam di Pogalan Trenggalek Dibongkar Polisi, Berawal dari Keresahan Warga

Nilai poin tersebut kemudian dapat dikonversikan menjadi uang saku tambahan. Uang tersebut dapat digunakan siswa untuk kebutuhan sekolah ataupun ditabung sebagai persiapan pendidikan di masa depan.

"Kami sengaja menyasar lembaga pendidikan. Kesadaran lingkungan harus dipahami sejak usia dini sebagai bagian dari pendidikan karakter," ungkap lulus Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya ini.

Mas Ipin menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan memiliki dampak besar terhadap keberlanjutan kehidupan dan ekonomi masyarakat.

"Saya hanya ingin menanamkan kepada siswa bahwa kalau kita baik dengan alam, maka alam akan memberikan hal baik kepada kita," tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved