Minim Anggaran, Cara ESI Trenggalek Konsisten Jaring Atlet Muda Lewat Warkop
Pengurus Kabupaten (Pengkab) Esports Indonesia (ESI) Trenggalek terus memacu pembinaan atlet muda
Ringkasan Berita:
- Pembinaan atlet dilakukan rutin setiap bulan lewat turnamen kecil.
- Warkop jadi lokasi strategis untuk menjaring pemain potensial.
- Meski dana minim, atlet berhasil tembus level nasional hingga internasional.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pembinaan atlet esports di Trenggalek terus berjalan meski dengan keterbatasan anggaran.
Pengurus Kabupaten (Pengkab) Esports Indonesia (ESI) Trenggalek terus memacu pembinaan atlet muda.
Meskipun dihadapkan pada tantangan anggaran yang terbatas.
Dengan memanfaatkan kolaborasi lintas sektor, ESI Trenggalek rutin menghelat kompetisi skala kecil. Tujuannya menjaring bibit-bibit potensial di Bumi Menak Sopal.
Wakil Sekretaris Umum ESI Kabupaten Trenggalek, Wildan Bisri mengungkapkan proses pembinaan calon atlet dilakukan secara rutin setiap bulan.
Mengingat banyaknya nomor pertandingan dalam cabang olahraga esports, pihaknya melakukan penjadwalan secara bergantian.
Baca juga: Solusi Pemkab Trenggalek Atas Jalan Rusak di Bendungan, Siap Kerja Sama dengan BBWS
Strategi Jemput Bola di Warkop
"Pembinaan ESI Trenggalek terhadap calon atlet cukup rutin. Hampir setiap bulan kita laksanakan, bisa sekali atau dua kali. Kami berkolaborasi dengan komunitas, pengusaha, hingga instansi untuk menjaring calon atlet melalui turnamen skala kecil di warung kopi (warkop)," ujar Wildan saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).
Wildan menjelaskan alasan pemilihan warkop sebagai lokasi perlombaan adalah untuk pendekatan emosional.
Menurutnya, pegiat gim di Trenggalek mayoritas berkumpul di warkop, sehingga pihak ESI memilih untuk jemput bola.
"Kenapa kok di warkop, karena temen temen pengiat game ini mereka sering di warkop, jadi kita mendekatkan kepada mereka," katanya.
Dari kegiatan rutin tersebut, tercatat sekitar 10 hingga 15 atlet terjaring setiap bulannya, yang kemudian datanya dilaporkan secara berkala kepada KONI dan Disdikpora Trenggalek.
Selain agenda rutin, ESI Trenggalek tengah mempersiapkan ajang bergengsi, yakni Trenggalek Esports Championship (TEC) Season 3 yang direncanakan berlangsung pada September mendatang.
Baca juga: Hidupkan Atlet Lokal, ESI Gelar Kompetisi Bertajuk Trenggalek Esports League
Kendala Jaringan dan Anggaran
Piala Pelajar yang terakhir kali digelar pada 2024 di Aula Disdikpora juga direncanakan kembali hadir tahun ini.
Namun, Wildan tidak menampik adanya kendala teknis yang krusial, yakni masalah koneksi internet. Ia mengibaratkan jaringan internet sebagai lapangan bagi para atlet esports.
| Pemkot Batu Siapkan Dua Dinas Baru Dispora dan DPMD, Plt Wali Kota: Penyesuaian RPJMD Mbatu Sae |
|
|---|
| Ramalan Cuaca Jatim Selasa 5 Mei 2026, Ponorogo Jember Malang Pacitan Hujan Siang Hari |
|
|---|
| Polres Probolinggo Kota Amankan 5 Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, Modus Barcode Terungkap |
|
|---|
| Arif Fathoni: Dorong Pasar Tunjungan Jadi Destinasi Pasar Wisata Ikonik di Surabaya |
|
|---|
| Tak Boleh Ada Pasar Tradisional di Surabaya Kumuh, Arif Fafhoni: Harus Rebranding Total |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pembinaan-atlet-esport-oleh-ESI-Trenggalek.jpg)