Cegah TPPO, Diskominfo Trenggalek dan Imigrasi Ponorogo Perkuat Literasi Keimigrasian

Pemkab Trenggalek melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jalin Kerja Sama dengan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Kabupaten Ponorogo.

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Sudarma Adi
Istimewa
KERJASAMA BIDANG INFORMASI - Pemkab Trenggalek melalui Diskominfo menjalin kerjasama dengan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Kabupaten Ponorogo untuk diseminasi bidang keimigrasian, Selasa (2/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Instansi Terlibat: Diskominfo Trenggalek dan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ponorogo.
  • Tujuan Utama: Edukasi keimigrasian dan pencegahan TPPO/TPPM bagi calon PMI.
  • Data PMI: 4.195 warga Trenggalek berangkat ke luar negeri (Januari 2025 – April 2026).

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jalin Kerja Sama dengan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ponorogo.

Kerjasama tersebut yaitu tingkatan kualitas diseminasi informasi bidang keimigrasian.

Tujuannya untuk meningkatkan kualitas informasi keimigrasian serta memberikan perlindungan bagi masyarakat. Untuk mencegah tindak kejahatan Siber hingga TPPO.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Trenggalek kerjasama tersebut untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses mengenai keimigrasian. 

Baca juga: Rutan Trenggalek Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Sentral Informasi bagi Pekerja Migran

Hal tersebut semakin penting seiring banyaknya warga Kabupaten Trenggalek yang bekerja menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Plt Kepala Dinas Kominfo Trenggalek, Yusuf Widharto menerangkan kolaborasi ini menjadi penting karena selain bermata pencaharian sebagai petani maupun nelayan.

Pasalnya, tidak sendiri banyak warga Trenggalek yang menjadi PMI di luar negeri, khususnya di kawasan Asia.

"Melalui pelaksanaan kerja sama ini, tentu harapan kami ini menjadi satu sentral informasi yang nantinya bisa menggiring informasi yang aktif dan masif sehingga bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat," ungkap Yusuf Widharto, Selasa (2/6/2026).

Dikatakannya, kolaborasi yang sudah dibangun ini bisa terus berkembang tidak hanya dari segi digitalisasi dan diseminasi informasi. Melainkan juga bisa melebar yang lebih berdampak.

"Akan tetapi juga berkembang ke arah inovasi yang mungkin bisa diterapkan di Kabupaten Trenggalek," akuinya.

Selain kolaborasi dalam rangka peningkatan kualitas komunikasi publik dan penyebaran informasi.

Pun juga kerja sama ini juga diharapkan dapat membantu pencegahan kejahatan siber, termasuk ancaman TPPO dan TPPM. 

Baca juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Pule Trenggalek Diresmikan, Pangkas Jarak Tempuh 4 Km

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ponorogo, Anggoro Widy Utomo mengatakan Jawa Timur, khususnya Trenggalek, merupakan kantong PMI yang rentan menjadi korban karena minimnya literasi terkait bahaya TPPO. 

"Alhasil melalui, sinergi ini harapan bisa meminimalisir angka TPPO dan TPPM di masyarakat Kabupaten Trenggalek," akui Anggoro Widy Utomo

Sebagai informasi, di Bumi Menak Sopal ini ada sebanyak 4.195 warga berangkat bekerja ke luar negeri dalam kurun waktu Januari 2025 hingga April 2026, yang terbagi ke dalam sektor formal maupun sektor informal.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved