Trenggalek Bidik Status Geopark UNESCO, Optimalkan Wisata Kars dan Tolak Eksploitasi Tambang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tengah serius menggali potensi daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Madchan Jazuli
PENGUSULAN GEOPARK - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BPPRIN) Kabupaten Trenggalek menyimpulkan data untuk pengusulan Geopark Nasional Trenggalek, Rabu (3/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tahun 2026: Penyelesaian pengumpulan data komprehensif dan kajian laboratorium bersama BRIN.
  • Tahun 2027: Pengusulan resmi menjadi Geopark Nasional.
  • Target Jangka Panjang: Pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tengah serius menggali potensi daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah mengusulkan Trenggalek sebagai kawasan Geopark Nasional, yang nantinya diproyeksikan menuju pengakuan dunia melalui UNESCO.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BPPRIN) Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulistyowati, mengungkapkan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Yaitu mengoptimalkan kekayaan daerah agar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

"Geopark ini adalah taman bumi yang merupakan gabungan dari tiga komponen utama, yaitu kekayaan batu atau mineral, kebudayaan, dan kekayaan alam. Kabupaten Trenggalek beruntung karena memiliki ketiga komponen tersebut sekaligus," ujar Ratna saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: IPARI Trenggalek Peringati Harlah ke-3 dengan Lepas Tukik hingga Tanam Mangrove di Pantai Kili-Kili

Optimisme Pemkab Trenggalek ini berkaca pada keberhasilan Kabupaten Kebumen yang telah sukses mengelola geopark hingga diakui oleh UNESCO.

Menurut Ratna, dalam kunjungannya ke Kebumen beberapa waktu lalu, pengelolaan geopark yang terintegrasi terbukti mampu menyedot animo wisatawan secara luar biasa.

"Di Kebumen, mereka membuat galeri yang menampilkan tiga komponen tadi; batuan, alam, dan budaya. Ternyata itu menarik kunjungan wisata yang luar biasa. Dalam satu hari, kunjungannya minimal mencapai 250 hingga 300 orang," paparnya.

Ia meyakini, jika konsep serupa sukses diterapkan di Trenggalek, maka sektor pariwisata ini akan menjadi mesin baru untuk mendongkrak PAD secara signifikan.

Ratna pun menepis anggapan bahwa rencana ini sekadar mimpi di siang bolong.

Pasalnya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ikut mensupport.

"Mungkin orang berpikiran bahwa hal ini cuma angan-angan, tetapi saat ini kami benar-benar sedang berproses. BRIN mendukung penuh kita, bahkan dari sisi pembiayaan pun BRIN turut membantu," tegasnya.

Ratna menjelaskan, dari sektor budaya, Trenggalek memiliki tradisi yang kuat seperti kesenian Turonggo Yakso, adat Ngetung Batih, pun Kupatan di Kecamatan Duren.

Sementara dari sektor kekayaan alam, bumi Trenggalek menyimpan komoditas khas seperti durian ripto yang endemik, cengkih, nilam, alpukat, hingga potensi hutan bambu di Dilem Wilis.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved