Walaupun Tidak Ada Jaminan Keamanan, Pemprov Tidak Bisa Melarang Penggunaan Perahu Tambang
Dia mengatakan, hal tersebut bisa menjadi peringatan dan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menganggap kecelakaan terbaliknya kapal tambang di Wringinanom, Gresik pada Kamis (13/4/2017) merupakan bentu dari kekurang kehati-hatiannya warga.
Baca: Sejumlah Korban Insiden Perahu Terbalik di Gresik Telah Ditemukan, Sedang Proses Evakuasi
"Itu kan dipancat terus njomplang gitu (dinaiki lalu terbalik, gitu)," ujar Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo kepada tribunjatim.com pada Kamis (13/4/2017).
Dia mengatakan, hal tersebut bisa menjadi peringatan dan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati.
"Sebetulnya masyarakat itu sudah tahu lah bahayanya, tapi ya bagaimana lagi," kata Pakde Karwo.
Menurutnya, pemerintah provinsi tidak bisa melarang penggunaan perahu tambang yang digunakan untuk menyebrangkan orang tersebut.
"Mau melarang ya tidak mungkin, itu terlalu banyak orang yang menggunakan," jawab Pak De Karwo.
Sebelumnya diketahui ada perahu tambang yang mengangkut 12 orang warga di Wringinanom, Gresik.