Usung Alternative Fashion, Brawijaya Fashion Week Diserbu Pengusaha Muda
Busananya pun tak terlihat kuno. Busana-busana itu didesain khusus mengikuti trend saat ini.
Penulis: Benni Indo | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Busana muslim serba putih milik Fnd Labels by Kiki Mahendra menjadi pembuka fashion show session Brawijaya Fashion Week 2017, Sabtu (20/5/2017).
Delapan koleksi Fnd Labels terlihat anggun saat dibawakan model-model andalan Kota Malang yang sebagianb esar berasal dari pelajar dan mahasiswa. Busananya pun tak terlihat kuno. Busana-busana itu didesain khusus mengikuti trend saat ini.
“Akan ada yang lain lagi fashion designer memamerkan koleksinya di runway kami,” ujar Ketua Pelaksana Brawijaya Fashion Week 2017, Firyal Balfast, Minggu (21/5/2017).
Firyal mengatakan, acara rutinan tahunan itu selalu meriah setiap kali diselenggarakan. Hal itu karena Kota Malang sudah mulai peduli dengan fashion.
Menurutnya, sudah banyak agensi model bertebaran di Kota Malang sehingga menumbuhkan bibit-bibit baru di dunia model.
“Brawijaya Fashion Week 2017 diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pengusaha fashion semakin berkembang,” ujar Faryal.
Baca: Presentasi di Depan Pangeran Charles, Slide yang Ditampilkan Risma Macet
Selain menyediakan cat walk untuk penampilan para model, juga terdapat 68 stand yang memamerkan dan menjual kuliner serta produk pakaian.
Sebagian besar berasal dari Kota Malang. Brawijaya Fashion Week 2017 diikuti 15 model dan dimeriahkan oleh delapan desaigner.
“Karena semakin tingginya peminat, makannya kami pengen mewadahi dengan acara seperti ini,” paparnya.
Brawijaya Fashion Week 2017 mengangkat tema Alternative Fashion. Senada dengan temanya, banyak busana yang dipamerkan bernuansaya pakaian sehari-sehari.
“Alternative fashion itu, sesuka yang pakai. Bisa mix and match sesuai dengan keinginan. Di BFW ini kan wadah untuk berkreativitas, jadi semua bebas menyesuaikan. Baik model maupun warna,” jelas Event Director Brawijaya Fashion Week 2017 Fadil Rizky. (Surya/Benni Indo)