TribunJatim/
Home »

Jatim

Kondisi Area Sekitar Tak Layak, Korban Lumpur Lapindo Juga Rasakan Dampak Lingkungan dan Kesehatan

Hasil penelitian mengenai kondisi area lumpur Lapindo membuktikan hal yang mengejutkan.

Kondisi Area Sekitar Tak Layak, Korban Lumpur Lapindo Juga Rasakan Dampak Lingkungan dan Kesehatan
SURYA
Seorang pria sedang mandi lumpur di sebuah tanggul penampungan lumpur Lapindo, Sidoarjo dalam peringatan 9 Tahun Lumpur Lapindo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM. COM, SURABAYA - Hasil penelitian mengenai kondisi area lumpur Lapindo membuktikan hal yang mengejutkan.

Meski sudah 11 tahun, semburan lumpur Lapindo yang terjadi di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, sampai sekarang dampaknya masih dirasakan warga.

Selain korban yang kehilangan tempat tinggal, kondisi dan lingkungan di sekitar daerah tersebut juga rusak.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur melakukan penelitian terhadap tanah dan air di area semburan lumpur Lapindo.

Baca: 11 Tahun Lumpur Lapindo, WALHI Jatim Sayangkan Ganti Rugi yang Tak Tuntas Sebatas Aset Saja

Dari hasil penelitian, air dan tanah di area tersebut terbukti mengandung PAH atau Polycyclic Aromatic Hydrocarbon sampai 2.000 kali di atas ambang batas normal.

"Kalau menurut UNEP PBB, PAH itu senyawa berbahaya yang bersifat karsiogenik atau zat pemicu kanker," ujar Direktur WALHI Jatim, Rere Christianto, Senin (29/5/2017).

Selain WALHI Jatim, tim kelayakan permukiman yang dibentuk Gubernur Jatim juga melaporkan hal serupa.

Baca: Jelang 11 Tahun Lumpur Lapindo, Kisah yang Sulit Dilupakan, Banyak Kejadian yang Bikin Was-was

Halaman
123
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help