TribunJatim/

Hutang ke Rentenir Rp 1 Juta Dengan Jaminan Emas, Nenek ini Dikutip Bunga Sangat Mencekik Hingga . .

Cekikan hutang dengan bunga tinggi membuat nenek ini harus berhadapan dengan meja hukum. Ternyata dia . . .

Hutang ke Rentenir Rp 1 Juta Dengan Jaminan Emas, Nenek ini Dikutip Bunga Sangat Mencekik Hingga . .
SURYA/SUGIYONO
Siti Khomsah usai menjalani sidang atas tuduhan pemalsuan jaminan hutang. Akhirnya terjerat kasus hukum hingga disidangkan di PN Gresik, Selasa (12/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Siti Khomsah, nenek berusia 44 tahun ini akhirnya dapat bernafas lega, Selasa (12/9/2017) di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Ini setelah pihak peminjam uang membebaskan pembayaran hutang sebesar Rp 1 juta yang menjerat warga Dusun Sawahan, Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik tersebut.

Hutang yang melilit Siti Khomsah ini berawal dari pinjaman uang sebesar Rp 1 juta dengan jaminan perhiasan emas.

(Jemaah Situbondo Sudah Setor Rp 3,6 Miliar ke First Travel, Tapi Tak Ada Satupun yang Berangkat)

Namun emas yang dijaminkan diduga palsu alias imitasi. Sehingga peminjam uang melaporkannya ke polisi, dengan barang bukti emas imitasi tersebut.

Yang memprihatinkan, pemberi hutang memberikan bunga yang cukup tinggi. Dari pinjaman uang Rp 1 juta, Siti harus mengembalikan menjadi Rp 1,5 juta selama rentang 10 bulan.

Karena tidak ada penghasilan tetap, Siti bersama suaminya tidak bisa membayar angsuran itu. Sehingga bunga hutang semakin menjerit.

(Jadi Mucikari, Mahasiswa ini Tawarkan Layanan Pemuas Birahi via Medsos, Juga Buat Grup Khusus)

Akibat perkara hutang ke pihak rentenir yang menjerat keluarga Siti Khomsah, akhirnya pihak pemberi hutang membebaskan keluarga Siti Khomsah dari angsuran itu.

"Hubungan korban dan terdakwa sudah saling memaafkan. Agara suasana desa disana kondusif. Kesadaran masyarakat itu yang harus disadarkan, bahwa meminjam itu harus pada tempatnya," kata Fitria Ade Maya, Majelis Hakim PN Gresik yang memimpin sidang, Selasa (12/9/2017).

Atas kasus itu, hakim Fitria juga menyarankan agar perangkat desa ikut mengawasi peminjam uang yang tidak dalam wadah koperasi dan bank.

"Perangkat desa supaya menjaga harmonisasi di desa tersebut, jangan membuat kasus baru yang masalah yang sama," imbuhnya.

(Tak Mau Lewat DPD, Khofifah Resmi Nyalon Pilgub Jatim Dari Golkar)

Semetara Sulthon Sulaiman, Kuasa Hukum Siti Khomsah mengatakan, seharusnya jaksa penuntut umum dalam menuntut terdakwa harus berdasarkan pertimbangan yang matang.

"Harapannya nanti dalam tuntutan jaksa menuntut dengan rasa kemanusiaan. Sebab klien saya menjadi korban pinjaman dana tunai. Padahal dari keluarga yang kurang mampu," tegas Sulthon. (Surya/Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help