TribunJatim/

Jatim Urutan Kelima, Inilah Berbagai Modus Korupsi di Sektor Kesehatan yang Picu Kerugian Rp 890 M

Penindakan kasus korupsi di sektor kesehatan mengalami peningkatan secara signifikan di beberapa tahun terakhir dengan kerugian uang negara fantastis.

Jatim Urutan Kelima, Inilah Berbagai Modus Korupsi di Sektor Kesehatan yang Picu Kerugian Rp 890 M
SURYA/AHMAD FAISOL
Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW Wana Alamsyah (kanan) dalam Media Briefing dengan tema 'Hasil Penelitian Implementasi BPJS Kesehatan' di Kabupaten Bangkalan di Ruang Sidang Utama Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura, Selasa (12/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Selama periode 2003-2016, total hasil temuan dan pemantauan korupsi di sektor kesehatan yang tercatat di Indonesian Corruption Watch (ICW) sebanyak 219 kasus.

Penindakan kasus korupsi di sektor ini mengalami peningkatan secara signifikan di periode 2013-2015.

Meningkatnya penindakan kasus korupsi di sektor kesehatan dikarenakan banyaknya kasus korupsi yang terjadi sebelum tahun 2013.

Puncaknya terjadi pada tahun 2012. Di mana aparat penegak hukum telah menindak sebanyak 53 kasus.

(Jelang Pilkada, Kota Malang Setujui Anggaran Miliaran untuk Kepada Daerah Baru)

Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW Wana Alamsyah mengungkapkan, penyebab tingginya korupsi di bidang kesehatan karena sebelum 2013, e-katalog untuk Pengadaan Barang dan Jasa (PJB) berupa alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan belum diterapkan.

"Kendati demikian, alkes dan obat-obatan yang belum masuk dafta e-katalog masih rawan dikorupsi," ungkap Nawa Alamsyah dalam Briefing Media 'Hasil Penelitian Implementasi BPJS Kesehatan' Kabupaten Bangkalan di Ruang Sidang Utama Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Selasa (12/9/2017).

(BI Larang Penggesekan Ganda Transaksi Nontunai, Jika Nekat Begini Akibatnya)

Data ICW terkait korupsi di sektor kesehatan berdasarkan tahun kejadian dan tahun penindakan menyebutkan, tindakan korupsi alkes dan obat-obatan total berjumlah 219 kasus.

Kasus korupsi cenderung menurun setelah e-katalog diberlakukan di 2013.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help