TribunJatim/

Jombang Dilanda Kekeringan, Ambil Air untuk Masak saja Warga Harus Jalan Berkilometer Lewati Hutan

Bencana kekeringan mulai menyerang Jombang dan membuat warga harus memeras keringat demi mendapat setetes air.

Jombang Dilanda Kekeringan, Ambil Air untuk Masak saja Warga Harus Jalan Berkilometer Lewati Hutan
SURYA/SUTONO
Warga desa yang dilanda kekeringan saat mengambil air bersih bantuan dari BPBD Jombang, Selasa (12/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Sedikitnya lima kecamatan di sejumlah desa di Kabupaten Jombang mulai mengalami kekeringan.

Guna mengatasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang menyalurkan bantuan air bersih, Selasa (12/9/2017).

Salah satunya melanda Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Sebanyak 96 warga dari 42 Kepala Keluarga (KK) harus melewati hutan demi memenuhi mengambil air untuk mencuci, masak dan mandi.

“Jarak yang harus kami tempuh untuk itu sekitar 3 kilometer, dengan jalan kaki,” ujar Hari Siswanto, warga setempat di sela mengambil air dari truk tangki bantuan BPBD Jombang.

(Masukkan 6 Kelompok Penerima Baru, Surabaya Gerojok Rp 235 Miliar untuk Anggaran Jaminan Kesehatan)

Ia berharap pemerintah bisa memberikan solusi permanen karena musibah kekeringan ini hampir setiap tahun terjadi di daerah tersebut.

“Tahun 2015 kekeringan. Tahun 2016, masih cukup air bersih. Tapi tahun ini kami mengalami kekeringan. Warga sudah lama menyampaikan, supaya ada solusi dari pemerintah agar kekeringan ini tidak lagi terjadi,” tandasnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jombang, Gunadi mengatakan sudah menyalurkan bantuan air bersih ke semua lokasi terdampak kekeringan.

“Dalam satu pekan ini kami mulai mengirimkan air bersih antara dua sampai tiga kali ke setiap titik. Tapi, kalau ada yang tiba-tiba membutuhkan, kami tetap mengirim sewaktu-waktu,” ujarnya.

(Gara-gara Hal ini, Air Waduk Bendungan Sutami Akan Dihemat Penggunaannya)

Dijelaskan, desa-desa di lima kecamatan yang mengalami kekeringan itu adalah Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan 107 KK dengan 582 warga.

Kemudian Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam 23 KK dengan 92 warga. Untuk Kecamatan Bareng, selain Desa Ngrimbi juga Desa Pakel 250 KK dengan 1.072 warga, dan Desa Karangan 158 KK dengan 712 warga.

Sedangkan di Desa marmoyo, Kecamatan Kabuh ada 252 KK dengan 1.200 warga terdampak kekeringan. Adapun di Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo terdapat 114 KK dengan 453 warga.

(Jadi Mucikari, Mahasiswa ini Tawarkan Layanan Pemuas Birahi via Medsos, Juga Buat Grup Khusus)

“Namun sebenarnya, semua titik masih kategori langka air, beloum sepenuhnya kekeringan kritis. Sampai saat ini kami masih mampu droping air bersih ke semua titik,” pungkas Gunadi. (Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help