Pilgub Jatim 2018

Telisik Kampanye Hitam dan Informasi Hoax Saat Pilgub, Polres Malang Kerahkan 75 Tim Cyber Patrol

Perang melawan bombardir informasi hoax, fitnah, provokasi SARA dan kampanye hitam terus dilakukan jelang Pilgub Jatim.

Telisik Kampanye Hitam dan Informasi Hoax Saat Pilgub, Polres Malang Kerahkan 75 Tim Cyber Patrol
SURYA/ACHMAD AMRU MUIZ
Tim Cyber Patrol Polres Malang yang mengawasi media sosial. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polres Malang siagakan 75 personil Tim Cyber Patrol awasi media sosial (Medsos).

Hal itu dilakukan dalam upaya menghadapi penebar informasi hoax, fitnah dan provokatif berbau SARA hingga melakukan kampanye hitam dalam pelaksanaan Pilgub Jatim lewat medsos.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, tugas tim Cyber Patrol tersebut untuk mengawasi dan melakukan evaluasi semua informasi yang beredar melalui facebook, tweeter, instagram dan medsos lainya selama pelaksanaan Pilgub Jatim 2018.

Jika informasi tidak benar, maka akan cepat diluruskan dan dilakukan intervensi.

"Kami tidak akan main-main dalam menghadapi informasi yang tidak benar dan berkepentingan negatif di medsos," kata Yade Setiawan Ujung, Kamis (11/1/2018).

Dijelaskan Yade Setiawan Ujung, pembentukan tim Cyber Patrol sebenarnya dilakukan sejak mulai digelarnya Operasi Mantap Praja pada 5 Januari 2018 lalu, dan bersamaan dengan Pilgub Jatim maka tugas kerja tim Cyber Patrol menganalisis informasi di medsos.

Mereka akan melakukan monitor setiap hari dibawah supervisor dari Kasatintel dan Kasatreskrim serta Humas Polres Malang.

"Kalau ditemukan isu hoax dan provokatif berbau sara di medsos maka akan diberi peringatan dahulu. Lalu di intervensi dengan cara preventif. Jika upaya itu diabaikan pelaku, baru dilakukan penegakkan hukum," ucap Yade Setiawan Ujung.

Ditambahkan Ujung, dari hasil kinerja Tim Cyber Patrol Polres Malang hingga saat ini berkaitan dengan Pilgub Jatim, diketahui gangguan dari pelaku Cyber sejauh ini belum ditemukan.

Tetapi hal-hal yang mengarah ke info hoax dan provokatif yang bersifat fire crime atau membuat resah dan ketakutan masyarakat sudah banyak.

"Contohnya seperti kemarin ada orang terluka dibacok. Infonya jambret, setelah ditelusuri ternyata foto dan TKP ada diluar negri. Hal semacam itu bisa membuat ketakutan masyarakat kalau di biarkan. Makanya langsung ditindaklanjuti dengan melapor ke facebook atau tweeternya agar foto semacam itu dihapus atau ditarik," tegasnya. (Surya/Achmad Amru Muiz)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help