TribunJatim/

Aneh, di Tengah Kota, Tiap Hujan Kawasan Bendul Merisi Surabaya Selalu Banjir Tujuh Jam

Sejumlah wilayah di Kota Surabaya masih menjadi langganan banjir. Tiap hujan turun selalu banjir berjam-jam. Padahal ...

Aneh, di Tengah Kota, Tiap Hujan Kawasan Bendul Merisi Surabaya Selalu Banjir Tujuh Jam
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Petugas Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya melakukan normalisasi saluran di Jalan Bentul I, yang berada di kawasan Bendul Merisi, Sabtu (13/1/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengerjaan normalisasi saluran di kawasan Bendul Merisi, Kota Surabaya, khususnya di Jalan Ubi, Jalan Bentul, dan Jalan Gadung bakal dilakukan sampai sebulan ke depan.

Ini untuk menghindari banjir yang biasa menggenang selama tujuh jam di Jalan Gembili setiap usai turun hujan.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan penyebab banjir genangan air hujan di Jalan Gembili dan kawasan Bendul Merisi adalah kondisi saluran air yang tidak lancar.

"Banyak brandgang di sini yang ditempati warga untuk rumah tinggal dan juga untuk jualan. Bangunan itu membuat saluran air tidak bisa kemana-mana, makanya menggenang," kata Erna, Aabtu (13/1/2018) saat ditemui di Jalan Ubi.

Kawasan RSAL dan Sekitarnya Jadi Langganan Banjir, Pemkot Surabaya Pilih Solusi ini Mengatasinya

Ia menyebut, ada sebanyak 17 PKL yang mendirikan bangunan permanan untuk berjualan ditertibkan oleh Pemkot.

Tidak hanya itu ada lebih dari lima rumah warga yang juga dikepras lantaran berdiri di atas brandang saluran.

Saat ini aliran sudah sudah disterilkan dan aliran sungainya diperbelar dalam rangka normalisasi sungai.

"Sempat ramai dengan warga karena ada yang merasa bahwa bukan kampung mereka yang menjadi penyebab banjir. Namun kami sudah memberikan pengertian, akhirnya sekarang sudah kami jalankan normalisasinya," ucap Erna.

Pembenahan normalisasi sungai itu meliputi pemasangan plengsengan saluran dengan batu kali, lalu dilebarkan sampai tiga meter.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help