Warga Probolinggo Gagas Kandang Komunal Untuk Pelihara Sapi, Solusi Tingkatkan Keamanan Desa
Bahkan masyarakat rela tidur di kandang sapi untuk menjaga sapinya agar tidak hilang. Meskipun hilang, mereka masih tetap memelihara.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Selama ini Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo dikenal sebagai salah satu daerah yang rawan terhadap pencurian hewan (curwan).
Walaupun sering kehilangan, masyarakat masih tetap semangat memelihara sapi. Bahkan masyarakat rela tidur di kandang sapi untuk menjaga sapinya agar tidak hilang. Meskipun hilang, mereka masih tetap memelihara.
“Masyarakat menilai memelihara ternak itu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan dianggap sebagai aset atau tabungan masa depan,” kata Camat Wonomerto Taufik Alami.
Demi mengurangi aksi curwan tersebut, maka Pemerintah Kecamatan Wonomerto bersama para kepala desa (kades) membuat sebuah terobosan berupa kandang komunal yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di masing-masing desa. Pemanfaatan kandang komunal ini menitikberatkan pada keamanan desa. Karena semua masyarakat ikut bersama-sama bergotong royong menjaga keamanan desanya.
“Untuk tahun 2017, program Kandang Komunal ini diterapkan di Desa Tunggak Cerme sekaligus sebagai pilot project. Karena mulai tahun 2018, program Kandang Komunal ini akan diterapkan di seluruh desa di Kecamatan Wonomerto,” jelasnya didampingi Kepala Desa Tunggak Cerme Nantu Hermanto.
Menurut Taufik, pihaknya menggerakkan BUMDes atas dasar kekuatan modal sosial dan problem solving.
Artinya, usaha yang dikelola oleh BUMDes harus berbasis pada budaya masyarakat dan problem solving berupa pemecahan masalah di desa seperti pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, menghindari kerawanan sosial dan memunculkan potensi inti daerah berupa produk unggulan.
“Untuk Kecamatan Wonomerto akan mengangkat usaha BUMDes pembuatan Kandang Komunal berupa penggemukan sapi berbasis peternakan. Nantinya semua desa akan menggerakkan usaha penggemukan sapi dalam kandang komunal yang dilakukan bersama masyarakat,” terangnya.
Selain penggemukan ternak sapi terang Taufik, dalam kandang komunal ini juga ada pemanfaatan kotoran ternak untuk biogas sebagai energi alternatif untuk sumber listrik dan gas rumah tangga disesuaikan dengan kesepakatan.
“Untuk Desa Tunggak Cerme, ternak yang ada di kandang komunal ini sebanyak 10 ekor. Tetapi nantinya akan ditambah 20 ekor sehingga menjadi 30 ekor. Terobosan ini dilakukan untuk menjawab kebijakan pemerintah pusat yang menitikberatkan sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Taufik menerangkan dengan kandang komunal tentunya akan menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat dalam hal gotong royong menjaga keamanan desa. Sistem yang digunakan untuk kandang komunal ini modalnya berasal dari desa dan 20% milik masyarakat.
Keuntungannya sesuai dengan yang disepakati. Intinya memberikan keuntungan pada desa dan anggotanya.
“Untuk suksesnya program ini, maka pemerintah desa bersama Pemerintah Kecamatan Wonomerto meminta pendampingan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Probolinggo,” ujar Taufik.
Lebih lanjut Taufik menuturkan bahwa kandang komunal ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi, keamanan dan ketertiban desa, aspek kesehatan bagi masyarakat serta pemanfaatan energi terbarukan.
Baca: Pulang Mancing, Dua Pengendara Sepeda Motor Tewas Dilindas Truk
“Harapannya, dengan adanya program kandang komunal ini kesejahteraan rakyat meningkat, sistem keamanan dan ketertiban desa kondusif serta dapat membantu menyediakan stok daging di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.