TribunJatim/

Peribadatan Imlek Dimulai, Jemaah Klenteng Antar Para Dewa ke Langit

peribadatan rangkaian perayaan Imlek 2569 dan para jemaat khusuk mengantar para dewa menuju langit.

Peribadatan Imlek Dimulai, Jemaah Klenteng Antar Para Dewa ke Langit
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Warga keturunan Tionghoa menyiapkan dupa yang akan digunakan dalam sembahyang Sang Sien di Kelenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Jumat (9/2/2018). Sembahyang Sang Sien yang digelar seminggu sebelum Imlek ini bertujuan mengantar dewa ke langit untuk melaporkan perbuatan manusia selama satu tahun kepada Tuhan. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jemaat Konghucu Klenteng Eng An Kiong memulai peribadatan rangkaian perayaan Imlek 2569. Rangkaian peribadatan dimulai Jumat (9/2/2018).

"Hari ini dimulai beribadah untuk rangkaian Imlek. Hari ini beribadah mengantar para dewa ke langit," ujar Wakil Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong Eddy Ghozali kepada Surya, Jumat (9/2/2018).

Peribadatan hari ini disebut dengan peribadatan Sang Sien untuk mengantar para Sien Bing atau para dewa.

Dari pantauan Surya di Klenteng Eng An Kiong, peribadatan Sang Sien diiikuti puluhan jemaah. Mereka berdoa dari satu tempat para dewa secara bergiliran.

"Ada 22 ruang tempat kami berdoa di klenteng ini," ujar Eddy.

Di masing-masing ruang itu, para jemaah mengantar para dewa ke langit.

Setelah peribadatan itu selesai, dilanjutkan dengan pencucian patung.

Pencucian patung akan dimulai Sabtu (10/2/2018) besok hingga 18 Februari nanti.

Ketika Imlek tiba pada 16 Februari nanti, peribadatan kembali digelar.

Lalu pada 19 Februari, jemaah Klenteng Eng An Kiong beribadah untuk menyambut kedatangan para dewa.

Eddy menambahkan, memasuki Tahun Baru Imlek 2569, jemaah berdoa untuk kemajuan perekonomian, keamanan Kota Malang, juga tidak ada bencana terjadi di Kota Malang.

"Termasuk saat ini Kota Malang akan Pilkada, kami harap situasi kota tetap aman dan kondusif. Berjalan lancar sehingga keamanan tidak terganggu," tegas Eddy.

Menyambut perayaan Imlek, pengurus klenteng menyiapkan beberapa hal, termasuk persiapan penyambutan para dewa dengan menggelar wayang Potehi. (Surya/Sri Wahyunik)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help