Pangkas Harga LPG Bersubsidi, Pemerintah Desa di Gresik Jadi Agen LPG

Pemerintah Kabupaten Gresik memberangkatan truk bermuatan LPG yang akan didistribusikan ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Gresik.

Pangkas Harga LPG Bersubsidi, Pemerintah Desa di Gresik Jadi Agen LPG
Surya/sugiyono
Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim (Depan tengah), meresmikan truk pengirim LPG ke Bumdes, Senin (12/2/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik memberangkatan truk bermuatan LPG yang akan didistribusikan ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Gresik.
Dari 309 tahap awal pengiriman, ada 43 BumDes yang sudah disiapkan menjadi penyalur LPG di desa-desa sekitar Kabupaten Gresik.

Ada 3 truk gas LPG yang dilepas dalam upacara di halaman Kantor Bupati Gresik. 2 Truk masing-masing bermuatan 560 tabung LPG ukuran 3 Kg, sedangkan truk lain memuat gas LPG Bright gas yang berisi 5,5 Kg.

Prosesi pelepasan tersebut ditandai dengan pemecahan kendi oleh Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim didampingi Sekda Gresik Djoko Sulistiohadi.

“Semoga dengan pengiriman LPG ke Bumdes, berdampak semakin lancarnya distribusi LPG ke masyarakat di pedesaan. Dan tidak ada lagi kelangkaan LPG,” kata Qosim, Senin (12/2/2018).

Baca: Jemput Anak saat Jam Kerja, PNS di Kota Blitar Dikenai Sanksi yang Bikin Kelimpungan

Dari 309 Tahap awal pengiriman, ada 43 Bumdes yang sudah disiapkan menjadi penyalur LPG di desa-desa se Kabupaten Gresik.

Menurut Sales Eksekutive LPG Pertamina, Bagus Sulistio Hadi mengatakan bahwa penyaluran tahap awal diutamakan bagi BumDes yang selama ini tidak ada penyalur LPG di desanya.

Baca: Pura Mandhara Giri Semeru Agung Lumajang, Bentuk Representasi Bali di Tanah Jawa

“Selain menyalurkan LPG 3 KG, Bumdes ini juga diwajibkan untuk mensosialisasikan LPG non Subsidi yaitu Bright Gas 5,5 KG seharga Rp 65.000," kata Bagus.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Tursilowanto Hariogi didamnpingi Kabag Humas dan protokol Suyono menyatakan bahwa kedepan semua Bumdes berkesempatan untuk menjadi distributor atau penyalur LPG untuk masyarakat.

“Selain menyalurkan LPG, 309 Bumdes ini juga di arahkan untuk memasarkan produk -produk lain untuk masyarakat desa. Dengan adanya Bumdes, maka diharapkan akan memotong rantai distribusi dan masyarakat akan mendapatkan barang yang murah. Jadi BumDes sebagai agen perekonomian desa sesuai Permendes 4/2015 dan Perda Kabupaten Gresik nomor 3 tahun 2017 segera terwujud," kata Tursilo. (Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help