Berita Gresik

Harga Elpiji Non-Subsidi Naik, Stok di Gresik Disebut Masih Relatif Aman

Harga elpiji non subsidi di Kabupaten Gresik mengalami kenaikan sejak beberapa hari lalu.  Stok elpiji 12 kg terpantau aman di kota Pudak

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
LPG NAIK - Suasana di pangkalan elpiji di Jalan Akim Kayat, Gresik, Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Harga LPG mengalami kenaikan, seperti tabung 5,5 kg dari Rp90 ribu menjadi Rp110 ribu, 12 kg dari Rp190 ribu menjadi Rp228 ribu, dan 50 kg dari Rp900 ribu menjadi Rp1.010.000.
  • Meski harga naik, stok LPG non subsidi (5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg) di pangkalan tetap aman dan tidak mengalami kelangkaan.
  • Kenaikan harga dikeluhkan konsumen, namun belum memicu lonjakan signifikan pada pembelian LPG subsidi 3 kg.

 

 

Laporan wartawan Jatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Harga elpiji non subsidi di Kabupaten Gresik mengalami kenaikan sejak beberapa hari lalu. 

Stok elpiji 12 kg terpantau aman di kota Pudak julukan Kabupaten Gresik.

Salah satunya di pangkalan elpiji di Jalan Akim Kayat Gresik

Stok tabung elpiji 12 kg masih tertata rapi. 

Begitu juga tabung 5,5 kg dan tabung 50 kg.

Elpiji 12 kg selama ini banyak digunakan oleh rumah makan, dapur SPPG untuk memasak MBG, restoran, dan catering.

LPG 5,5 Kg yang harganya Rp 90 ribu menjadi Rp 110 ribu, LPG 12 kg dari Rp 190 ribu menjadi Rp 228 ribu, LPG 50 Kg dari Rp 900 ribu menjadi Rp 1.010.000.

Baca juga: Laundry di Banyuwangi Babak Belur Dihajar Kenaikan Harga LPG-Plastik: Lebih Berat dari Masa Pandemi

"Sampai saat ini stok elpiji non subsidi masih aman, masih ada dan tersedia," ujar Thoriqi Fajerin selaku agen elpiji.

Disinggung apakah adanya peningkatan pembelian LPG subsidi 3 Kg, imbas kenaikan LPG non subsidi, pihaknya memastikan pembelian relatif aman.

"Pembelian relatif aman, dibanding setelah ada kenaikan relatif sama seperti biasa," jelasnya.

Salah satu pembeli LPG non subsidi adalah Putri. Dia datang membeli LPG non subsidi, mengaku pusing dengan kenaikan harga.

"Membuat pusing, harganya naik drastis, kalau terdampak perang ya biar yang saja, tidak usah terdampak di Indonesia," kata dia.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved