Irjen Pol Machfud Arifin akan Terjunkan Propam untuk Kroscek Keberadaan Miras Oplosan di Jatim

Minuman keras ilegal dan oplosan tercatat telah menelan korban jiwa di Surabaya. Merasa Sebal, Polda Jatim pun ajukan tindakan tegas

Irjen Pol Machfud Arifin akan Terjunkan Propam untuk Kroscek Keberadaan Miras Oplosan di Jatim
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengkroscek miras ilegal dan oplosan yang disita polres jajarannya selama Operasi Tumpas Semeru 2018 saat press release, Rabu (25/4/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Minuman keras ilegal dan oplosan tercatat telah menelan korban jiwa di Surabaya.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menegaskan selama ini masih hanya ada satu orang yang tewas di area makam di Kenjeran dan tiga orang di Pacar Keling Surabaya yang dipastikan tewas akibat Miras.

"Totalnya ada empat, itu sesuai klarifikasi masing-masing kapolresnya, di Banyuwangi kata kapolresnya ada satu, tapi kami tidak bisa menerima begitu saja, kami akan kroscek," tutur Machfud pada Rabu (25/4/2018).

Menurut Machfud, kendati telah ada miras yang disita polres jajarannya, pihaknya tak akan segan-segan untuk menerjunkan langsung anggotanya di Polda Jatim.

Bahkan, pihaknya akan menurunkan propam langsung untuk mengkroscek tentang peredaran dan produsen miras.

(Pesan Gus Ipul di Harlah ke-84 Ansor: Harus Bisa Berdakwah Lewat Digital)

"Akan saya turunkan propam untuk mengecek kebenaran itu (miras), beberapa produsen juga telah kami tangkap, mulai dari Kediri, Tuban, spai Bojonegoro," beber Machfud.

Menurutnya, akan sulit mengidentifikasi penyebab pasti kematian sejumlah orang itu bila waktu tewasnya tidak secara bersamaan.

"Susah kalau meninggal satu-satu begitu, siapa tahu kena penyakit seperti paru-paru, jantung, dan masih banyak lagi, kecuali kalau ditemukan tewas bersamaan saat pesta miras sudah jelas itu diakibatkan miras," tandas Machfud.

Selain itu, Machfud tak segan segan akan memberikan sanksi tegas pada jajarnnya yang tak tegas dalam menindak peredaran miras oplosan dan ilegal.

Bahkan, Machfud mengatakan akan mencopot kapolsek yang jelas-jelas 'kebobolan' diwilayahnya masing-masing.

"Kalau sanksi bagi kapolsek yang kebobolan akan kami copot!" Serunya.

(Brigade Evakuasi Popok Temukan Limbah Popok Seberat hingga 6 Ton di Desa Kemlagi Mojokerto)

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help