Kasihan, Pria di Kediri ini Kakinya Membusuk, Tidak Mendapat Pengobatan

Penderitaan Bahroni Susanto warga Dusun Tamanan, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri semakin memprihatinkan.

Kasihan, Pria di Kediri ini Kakinya Membusuk, Tidak Mendapat Pengobatan
(Surya/Didik Mashudi)
Bahroni Susanto kaki kanannya mulai mengalami pembusukan belum mendapatkan pengobatan, Rabu (9/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Penderitaan Bahroni Susanto (37) warga Dusun Tamanan, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri semakin memprihatinkan. Karena tidak mendapatkan penanganan medis kaki kanannya mulai membusuk, Rabu (9/5/2018).

Bahroni merupakan penderita sakit ayan (epilepsi) yang sewaktu-waktu kambuh dan mengalami kejang-kejang. Sehingga sehari-hari dihabiskan dengan tiduran di ranjang bambu belakang rumahnya.

Sejak sebulan terakhir kaki kanannya yang mengalami decubitus mulai terjadi pembusukan. Bahkan aroma bau tidak sedap sudah tercium dari jarak sekitar 3 meter.

Sehingga keluarganya kemudian membuatkan gubuk sederhana yang terpisah dari rumah ukuran 3 x 3 meter di belakang rumahnya. Di gubuk sederhana itu Bahroni dirawat keluarganya.

Baca: Kasus Soal UNBK Bocor, Kepsek SMPN 54 Surabaya Sebut Ingin Bantu Siswa Diduga Anak Komite

Dari kaki kanannya yang membusuk mulai menghitam telah mengeluarkan cairan. Sehingga di bawah kakinya disiapkan daun pisang serta alas perlak.

Setiap hari ibunya Katmini (68) yang merawat dan menyiapkan makanan. Termasuk mengganti pelepah daun pisang yang menjadi alas kaki kanannya.

Katmini sendiri mengaku pasrah dengan penyakit yang diderita anak kedua dari 4 bersaudara. "Dulu pernah saya bawa ke RSUD Gambiran, tapi tidak ada perubahan. Sekarang saya rawat sendiri di rumah," ungkapnya.

Sejauh ini Katmini mengaku masih belum ada rencana membawa lagi anaknya ke rumah sakit. "Biarlah saya rawat sendiri dengan memberikan pengobatan alternatif," tambahnya.

Obat alternatif yang diberikan hanya binahong serta rebusan daun jarak dan suruh. Air rebusan itu yang diusapkan ke kami kanan anaknya yang mulai mengalami pembusukan.

Bahroni Susanto sebenarnya juga memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), hanya saja fasilitas berobat gratis bagi warga kurang mampu itu tidak dimanfaatkan. Termasuk petugas puskesmas sejauh ini belum ada yang melakukan home visit untuk merawat penderita.

Diakui Katmini, anaknya sejak masih kecil sudah sering sakit-sakitan. Semula sakit step yang sering kambuh. Karena penyakitnya, Bahroni hanya tamat SD dan tidak meneruskan sekolah lagi.

Baca: Kilas Balik Kasus Keyko Ratu Prostitusi 6 Tahun Lalu, Jadi Mucikari Demi Anak hingga Soal Hak Asuh

Apalagi kondisi fisiknya terus melemah hingga mengalami kelumpuhan. Terlebih waktunya dihabisnya dengan berbaring membuat luka di kakinya mengalami decubitus hingga membusuk.

Bahroni Susanto sendiri sebenarnya masih berharap mendapatkan pengobatan medis. Hanya saja karena keterbatasan kondisi keluarganya membuatnya hanya bisa pasrah.

"Semoga sakit saya masih ada obatnya," harapnya.

Kaki kanan yang mengalami pembusukan mulai dari betis hingga telapak kaki. Kondisinya selain telah berbau juga mulai bengkak dan menghitam.(dim)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help