Serangan Bom di Surabaya

Anak Pelaku Pengebom Rusun Wonocolo yang Tolak Ajaran Radikal Orangtua Akan Dikembalikan ke Neneknya

"Ada tiga anak Anton (pelaku teror) yang mendapat pendampingan dari pihak Polda Jatim, psikolog, dan juga KPAI di RS Bhayangkara."

Anak Pelaku Pengebom Rusun Wonocolo yang Tolak Ajaran Radikal Orangtua Akan Dikembalikan ke Neneknya
ISTIMEWA
Anak-anak pelaku ledakan bom di Rusunawa Wonocolo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengebom Anton Ferdiantono tewas dalam ledakan yang berada di Rusun Wonocolo Blok B lantai 5, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018).

Ledakan itu juga menewaskan istri dan seorang anak Anton, akibat 'senjata makan tuan' dari bom berjenis pipa yang dia rakit sendiri.

5 Fakta Anton Ferdiantono yang Jadi Bomber Rusun Wonocolo, Sosoknya Dikenal Memiliki Otak Cerdas

Namun, nasib nahas itu tidak terjadi pada tiga anak Anton yang lain, salah satunya adalah AR (15), yang sebelumnya dikabarkan menolak doktrin dari orangtuanya.

Kini AR dan dua adiknya, FP (11) dan GHA (10), berada dalam pendampingan Polda Jatim di RS Bhayangkara.

Admin Twitter Jokowi Dipecat, Member Cantik JKT48 Beri Permohonan Ini hingga Tanggapan Ferdinand

Menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, hal itu dilakukan guna mengembalikan kondisi ketiga anak Anton yang sempat luka dan trauma pasca ledakan.

"Ada tiga anak Anton (pelaku teror) yang mendapat pendampingan dari pihak Polda Jatim, psikolog, dan juga KPAI di RS Bhayangkara," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, Kamis (17/5/2018).

"Termasuk satu anaknya yang menolak ajaran dari orangtuanya dan memilih tinggal bersama neneknya," imbuh Machfud.

Wanita Ini Tertangkap Kamera Lagi Asyik Benahi Posisi Bra dan Ngupil di Kaca Mobil, Videonya Viral

Kini, Polda Jatim berencana mengembalikan AR kepada keluarganya (sang nenek), agar bisa melanjutkan aktifitas sekolahnya.

Sebab, dikhawatirkan ada banyak pelajaran yang akan tertinggal.

Biasanya Umbar Keseksian, 7 Selebritis Ini Unggah Foto Saat Berhijab di Awal Bulan Ramadan

"Kita (Polda Jatim) sudah panggil neneknya, karena kita penginnya mengembalikan anak itu (AR) ke neneknya agar bisa bersekolah. Kasihan juga kalau di sini terus, siapa tahu ada ujian," kata Machfud Arifin.

"Tapi keputusan ada pada pihak pendamping, psikolog dan lainnya. Apakah itu baik untuk anak itu, dengan catatan juga lingkungannya betul-betul kondusif, sehingga tidak ada lagi doktrin yang salah," tandasnya di Media Center Polda Jatim.

Antar Anak SD Pulang ke Kompleks Mewah, Sang Driver Ojol Kaget Si Bocah Nggak Masuk ke Rumah

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved