Korupsi Modul Pelatihan Guru, 4 Pejabat P4TK BOE Dijebloskan ke Penjara Lapas Malang

Kejari Malang menjebloskan 4 pejabat Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) ke penjara.

Korupsi Modul Pelatihan Guru, 4 Pejabat P4TK BOE Dijebloskan ke Penjara Lapas Malang
Benni Indo/Surya
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri dan Kalapas Klas I Malang Farid Junaedi saat berada di Lapas Klas I Malang, Jumat (11/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Empat pejabat Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE), atau VEDC, yang berlokasi di Jl. Raden Intan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ditahan Malang'>Kejaksaan Negeri Malang.

Satu orang rekanan juga ikut ditahan. Kelimanya kini sudah menghuni sel tahanan Malang'>Lapas Klas I Malang sebagai tahanan titipan sejak Senin (14/5/2018).

Kejaksaan menahan mereka atas dugaan tindak pidana korupsi, pengadaan barang untuk modul pelatihan guru K13 tahun 2015 silam.

Kepala Malang'>Kejaksaan Negeri Malang Amran Lakoni mengatakan, penahanan itu dilakukan selama 20 hari ke depan, dan bisa diperpanjang jika diperlukan.

"Iya betul, sejak Senin kemarin, ke 5 tersangka berstatus titipan tahanan Kejakasaan di Malang'>Lapas Klas I Malang," ujarnya, Kamis (17/5/2018).

Menurut Amran, kelima tersangka itu adalah Giarta yang bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yitno, Ketut, Aziz serta satu rekanan mitra pengadaan barang, Khamim. Modus para tesangka dengan pengurangan spesifikasi buku.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Rahmat Wahyu menyatakan, bahwa kasus tersebut sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, namun baru kali ini dilakukan penahanan.

"Kasus ini sesuai Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) Tahun 2015, berkas lengkap (P21) tanggal 5 April. Pelimpahan atau tahap 2 Senin lalu dan dilakukan penahanan," jelasnya.

Dari penyelidikan lebih lanjut, kasus ini mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp. 312 juta. Uang itu, saat ini sudah dikembalikan ke kas negara.

"Namun ini tidak serta merta menggugurkan pidananya," terangnya.

Sementara itu, Rio Nugroho, pengacara empat pegawai negeri P4TK/BOE mengatakan empat kliennya sudah mengajukan pensiun dini. Ia juga mengatakan kalau keempat kliennya tidak aktif bekerja lagi.

"Mereka sudah mengajukan pensiun dini," ucapnya.

Informasi di Kejaksaan, pengajuan pensiun dini itu terkendala akibat kasus yang saat ini tengah berlangsung.

Menurut Rio, tidak ada kejanggalan dalam proses hukum dilakukan oleh penyidik. Namun Rio belum bisa menjelaskan detail terkait proses hukum yang akan ditempuh.

"Sore ini mau ke Purwodadi, nanti kalau ke Malang saya jelaskan," tegasnya. (Surya/Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help