Inilah Identitas Pemeras Perusahaan Jasa Angkutan yang Masuk Dalam Sindikat Preman Sakram
Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim meringkus komplotan preman antar provinsi.
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim meringkus komplotan preman antar provinsi.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan enam preman antar provinsi yang diketahui berkomplot dengan nama Sakram itu telah diamankan pihaknya.
kelompok Sakram merupakan sindikat yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap perusahaan pengangkut barang di Sumatera dan Jakarta.
"Keenam pelaku beserta barang buktinya diamankan, kasus ini sedang dikembangkan Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan tengah dikembangkan untuk mencari pelaku dan korban lainnya," terang Barung, Senin (21/5/2018).
( Peras Perusahaan Jasa Angkutan di Jawa dan Sumatera, Ini Modus yang Digunakan Sindikat Preman Sakram )
Senada dengan Barung, Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra membenarkan hal itu.
Juda menuturkan awal mula kejadian itu pada Jumat (5/1/2018) silam.
"Kejadiannya sudah beberapa waktu lalu, tanggal 5 Januari 2018, TKPnya di Kabupaten dan Kota Pasuruan, lalu kami kembangkan ternyata menyebar ke kabupaten dan provinsi lain," sahut Juda sembari menunjukan barang bukti.
Keenam orang yang tergabung dalam kelompok preman Sakram adalah Bambang Suherman (47) asal Dusun Tengger RT 01 RW 07 Kelurahan Watukenongo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto; Dwi Wahyu Wicaksono (36) asal Dusun Taman RT03 RW 01 Kelurahan Pikatan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
( Rugikan Perusahaan Pengangkut Barang, Kelompok Pelaku Tindakan Pungli Telah Diringkus Polda Jatim )
Selain itu, ada Bambang (40), asal Kabupaten Pasuruan; Imam Safii (41), asal Jalan Kemantrenrejo RT 06 RW 02 Kelurahan Kemantrenrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan; Haryono alias Kopral (47) asal Desa Telogo RT 02 RW 01 Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Anggota terakhir beridentitas Sadir alias Bedjo (56) asal Dusun Kebondalem RT 02 RW 04 Kelurahan Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Kasubdit 3 Jatanras Ditresrkimum Polda Jatim, AKBP Ambariyadi Wijaya menambahkan aksi komplotan itu beraksi antar provinsi, meliputi kawasan Pantai Utara (Pantura), Jakarta, sampai tujuan Sumatra Utara.
Bahkan, Ambar menjelaskan bila otak pelaku dari komplotan itu juga telah diringkus.
( Ciduk 126 Preman Saat Operasi Sikat Semeru II 2017, Polisi akan Lakukan Pembinaan dan Pengarahan )
"Otak komplotan Sakram ini juga telah kami amankan, dia adalag IS (Imam Sakram)," tutupnya.