Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Penuhi Kebutuhan Bahan Pokok, Dosen UMM Ciptakan Dua Inovasi Beras Analog

Dosen Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang, Damat, menciptakan inovasi beras analog.

Penulis: Ayu Mufidah Kartika Sari | Editor: Edwin Fajerial
ISTIMEWA
Dosen Universitas Muhammdiyah Malang saat mengenalkan produk inovasi beras analog 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ayu Mufidah KS

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dosen Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang, Damat, menciptakan inovasi beras analog sebagai bahan makanan pokok alternatif masyarakat Indonesia.

Damat menciptakan inovasi beras analog yang berbahan baku umbi garut merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan tanaman umbi.

Dosen Ilmu Teknologi Pangan (ITP) tersebut mengatakan penelitian beras analog berbahan dasar umbi garut ini sudah dilakukan sejak lama.

Umbi garut merupakan salah satu varietas tanaman penghasil glikemik yang rendah sehingga sangat baik sebagai bahan pengganti beras.

Universitas Muhammadiyah Malang Punya Lembaga Pemeriksa Halal )

Dari penelitiannya, Damat menciptakan dua inovasi yang dinamakan Beras Garut Kaya Antioksidan (RASGADAN) dan Beras Garut Kaya Bethasianidin (RASGANIN).

Dua produk beras analog ini kaya akan manfaat utamanya bagi penderita diabetes mellitus.

"Umbi garut itu adalah umbi-umbian yang jarang orang meliriknya, padahal sudah sejak lama banyak penelitian yang menyatakan bahwa umbi garut memiliki banyak manfaat seperti untuk maag dan diabetes," jelas satu di antara dosen berpestasi di UMM ini.

RASGADAN merupakan beras yang dibuat dari campuran pati umbi garut dan buah naga yang kaya akan antioksidan.

Antusiasme Siswa Tinggi, Universitas Muhammadiyah Malang Rencanakan Gelar Kids on Campus Tahun Depan )

Sementara beras RASGANIN merupakan beras analog campuran pati umbi Garut dengan ekstrak wortel yang merupakan sumber vitamin A.

Produk beras ini dibuat untuk membantu menurunkan jumlah anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin A (KVA), yang saat ini mencapai 60 persen masih kekurangan vitamin A.

"Kalau beras yang warna kekuningan ini, campurannya ekstrak wortel. Tujuannya untuk mengurangi jumlah anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin A (KVA)," jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved