Polisi Tangkap Seorang Kondektur Bus Asal Yogyakarta karena Gelapkan Uang Setoran, Begini Modusnya

AKP Farid Fathoni menjelaskan, kasus tersebut berawal dari tersangka yang menjalankan aktifitasnya sebagai kondektur bus trayek Patas Jatim.

Polisi Tangkap Seorang Kondektur Bus Asal Yogyakarta karena Gelapkan Uang Setoran, Begini Modusnya
Ilustrasi penggelapan uang 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Seorang kondektur bus bernama Robi (39) warga Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Nergangsan, Yogyakarta menggelapkan uang setoran.

Akibatnya, polisi menangkapnya.

Penangkapan ini dilakukan setelah perusahaan transportasi Bus di jalan Raya Randuagung, Desa Randuagung Kecamatan Singosari Kabupaten Malan melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Singosari, Sabtu (9/6/2018).

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, kasus tersebut berawal dari tersangka yang menjalankan aktifitasnya sebagai kondektur bus trayek Patas Jatim jurusan Malang – Ponorogo PP.

Pada saat tersangka kembali ke kantor perusahaan Bus, ternyata diketahui ada ketidak sesuaian nomor seri pada lembaran kertas stat serta jumlah lembaran karcis.

Dugaan Penggelapan Gugur, Hendra Divonis Majelis Hakim Bebas, Jaksa Penuntut Umum Tak Setuju )

Kejadian tersebut berulang-ulang terjadi dengan cara ataupun modus yang sama.

"Merasa dirugikan hingga sekitar Rp 10 juta, perwakilan manajemen perusahaan melaporkan perbuatan tersangka ke Polisi," kata Farid Fathoni mendampingi Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Minggu (10/6/2018).

Modus yang digunakan tersangka diduga melakukan penggelapan tersebut, menurut Farid Fathoni, yakni pelaku melakukan perbuatannya dengan cara merubah nomor seri pada bonggol karcis/lembaran stat.

Selanjutnya, perubahan nomor seri itupun di bubuhi stempel palsu.

Setelah itu, tersangka memalsu tanda tangan dalam laporan pendapatan dari trayek jalan jurusan bus yang juga telah diubah nominalnya.

Pelaku Penggelapan Sparepart Truk Diringkus Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya )

Hal itu dilakukan untuk mengelabui manajemen perusahaan armada bus.

Dari tangan tersangka tersebut, ungkap Farid Fathoni, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penggelapan setoran yang dilakukan.

Yakni satu stempel Perusahaan oto bus tempatnya bekerja beserta bantalannya, sebuah bolpoint, dua bendel karcis dengan stempel dan tanda tangan palsu, dua bendel karcis dengan stempel dan tanda tangan asli, satu lembar kertas stat atau kertas pelaporan ke perusahaan oto bus, dan lainya.

"Semua barang bukti itu kini sudah diamankan jajaran Polsek. Dan tersangka terancam dijerat Pasal 374 atau 372 Jo 64 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," tutur Farid Fathoni. (Surya/Achmad Amru Muiz)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Edwin Fajerial
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help