Petani Tembakau di Sumenep Mulai Tanam, Harga Bibit Tembakau 6 juta Permeter

Pada awal bulan Juli 2018 ini, ribuan petani tembakau di Madura khususnya di Kabupaten Sumenep telah memulai menanam tembakau.

Petani Tembakau di Sumenep Mulai Tanam,  Harga Bibit Tembakau 6 juta Permeter
Surya/Moh.Rivai
Petani tembakau sumenep sedang merajang tembakau 

 TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Pada awal bulan Juli 2018 ini, ribuan petani tembakau di Madura khususnya di Kabupaten Sumenep telah memulai menanam tembakau.

Terutama untuk daerah pertanian tembakau yang arealnya berada di dataran tinggi dan pegunungan

Sebgaiamana pantauan Surya, daerah pegunungan dan dataran tinggi yang memulai menanam tembakau seperti di wilayah Kecamatan Bluto, Lenteng, Seronggi, serta sebagian di Kecamatan Batu Putih, Guluk-Guluk dan Kecamafan Pragaan, dan beberapa kawasan persawahan pun mulai menanam tembakau walau masih sangat sedikit.

Untuk Kecamatan Bluto yang paling banyak di DEsa Pekandangan, Aeng Panas dan Kapedi. Sedangkan di Kecamatan Lenteng sebagian besar di Desa Moncek, Banaresep dan Billapora.

Untuk Kecamatan Seronggi berada di Desa Langsar, Kebundadap, dan untuk Kecamatan Batu Putih,Guluk-Guluk dan Aeng Panas hanya sebagian kecil desa saja dan masih belum menyeluruh memulai tanaman tembakaunya.

Baca: Di Malang, Dua Bayi Dibuang Orang Tuanya Ditemukan Masih Hidup

“ Bagi petani tembakau yang memulai tanaman tembakaunya, saat ini karena berharap masih ad atutubbjsehabis karena berharap masih ada hujan, mengingat ketika selama musing kemarau tidak ada hujan lagi, pasti tanaman tembakaunya hancur kering akibat kekurangan air,” kata Sulaiman pengusaha tembakau sumenep, Selasa (3/7/2018)

Pekandangan Kecamatan Bluto Sumenep, kata Sulaiman mengakui, memang hampir setiap musim tembakau selalu memulai duluan menanam tembakau.

Masa panennya juga relatif awal karena memang daerahnya berada di dataran tinggi berkelikir dan kebutuhan air memang sangat tinggi.

"Karena kondisi tanahnya berkelikir dan agak miring maka tanaman tembakaunya sangat membutuhkan air. Dan bilamana hanya menggunakan siraman, maka jelas tidak mampu. Apalagi di daerah airnya masih sulit," tegasnya.

MUlyono,(2warga Desa Pekandangan Kecamatan Bluto memang membenarkan kalau daerahnya sejak dulu paling awal memulai tanaman tembakau.

Sebab bilamana ikut dengan sebagian besar di dataran rendah maka jelas tanaman tembakaunya tidak akan hidup karena tipisnya persediaan air di daerahnya.

Baca: 6 Fakta Tenggelamnya KM Lestari Maju, Petugas Ungkap Penyebab Insiden, Ada Hal yang Dilanggar?

Dikatakan kalau untuk daerah dataran rendah yang persediaan air untuk menyiram relatif banyak, mungkin masih 1 ½ bulan lagi mulai tanam.

‘’ Itu wajar karena bisanya rentang waktu tiga bulan sudah panen dan bertepatan dengan dibukanya gudang tembakau di Madura,’’katanya.

Sementara itu harga bibit pohombakau di Sumenep mulai bulan ini sudah mahal bahkan sulit di mdapat. Hali tu dikarenakan saat ini bibit tembakau banyak yang mati busuk karena terlalu banyak air dan diserang hama wereng dan ulat. Harga perpohon bibit tembakau saat ini sudah dipasarkan Rp 6.(riv)

Penulis: Moh Rivai
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help