Ibadah Haji 2018
Menabung 8 Tahun, Pemulung Asal Probolinggo akan Berangkat Haji Tahun ini
Miskat (70), pemulung asal Probolinggo akhirnya bisa naik haji tahun ini. Ia tergabung dengan calon jemaah haji kloter 28 asal Probolinggo.
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Miskat (70), kakek asal Kabupaten Probolinggo akhirnya bisa naik haji tahun ini.
Ia tergabung dengan calon jemaah haji kloter 28 asal Kabupaten Probolinggo.
Sehari-hari, ia mencari nafkah dengan memulung.
Demi mewujudkan cita-citanya berangkat haji, ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil memulung.
Ia mengaku sudah memiliki keinginan untuk menunaikan rukun Islam kelima sejak sebelum berkeluarga.
• Musim Haji 2018, Telkomsel Siapkan Posko hingga Kantor Layanan di Madinah, Mekkah, dan Jeddah
"Ya setiap harinya saya nabung saja," kata Miskat, melalui Saiful sebagai penerjemah bahasa Madura di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (26/7/2018).
Berbekal keranjang dan sepeda tuanya, Miskat berkeliling lima desa dari pagi hingga sore.
Meski setiap hari pendapatan tak lebih dari Rp 50 ribu, semangatnya tak pernah padam.
"Tak menentu uang yang didapatkan. Tapi yang pasti tabungannya ada selalu," kata Miskat.
• Demi Hindari Barang Berbahaya, Petugas Bea dan Cukai Beri Imbauan Calon Jamaah Haji Soal Titipan
Untuk menabung setiap hari, duda dua anak ini menghabiskan Rp 10 ribu per hari untuk makan, kemudian sisanya ia simpan menjadi tabungan naik haji.
Untuk membayar biaya pendaftaran, Miskat dibantu Saiful yang tak lain pemilik KBIH (Kelompok Belajar Ibadah Haji) di Probolinggo.
"Beliau awalnya mendaftar menggunakan dana talangan. Harusnya dikembalikan satu tahun, tapi khusus Pak Miskat kami berlakukan tiga tahun," tandas Saiful.
Dijelaskan Saiful, saat itu, Miskat datang dengan membawa uang Rp 3 juta di pertengahan tahun 2010 dan mengatakan ingin berangkat haji.
• Bisa Disaksikan Lewat Handphone, Berikut Link Live Streaming Gerhana Bulan Total 28 Juli
Uang lusuh dan kotor Miskat ikat dengan karet.