Ibadah Haji 2018
Ternyata, 16 CJH itu Seharusnya Berangkat 2022
Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jatim Faridul Ilmi meminta semua CJH tidak mudah tergoda dengan oknum siapa pun.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jatim Faridul Ilmi meminta semua CJH tidak mudah tergoda dengan oknum siapa pun.
Percayakan kepada Kemenag selaku petugas resmi penyelenggaraan ibadah haji. Apalagi menyangkut porsi haji.
Semua jemaah yang masuk porsi haji akan berangkat sesuai porsinya.
"Namun tidak mudah memang meyakinkan masyarakat di daerah. Apalagi mereka lebih manut tokoh masyarakat atau tokoh agama," kata Faridul.
Belum diketahui persis awal mula sehingga terjadi praktik pemalsuan dokumen. Belum juga diketahui detail apakah pemalsuan dokumen itu inisiatif jemaah atau diawali oleh KBIH. Namun Farid menduga bahwa itu terjadi karena kedua belah pihak.
• Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen 16 Calon Jamaah Haji, Kemenag Jatim Sudah Laporkan ke Pusat
"Begitu lamanya antrean naik haji sehingga banyak yang tergoda mempercepat. Tapi tidak boleh ibadah suci berangkat menggunakan cara seperti ini. Kasihan yang sudah antre lama," kata Faridul yang juga Sekertaris PPIH Embarkasi Surabaya.
Saat ini, Kemenag Jatim tengah menyelidiki kasus pemalsuan dokumen tersebut. Diduga pemalsuan surat nikah dan KK itu menjelang penuntasan proses penggabungan.
Yakni bagi istri dan orangtua yang perlu pendampingan.
• Jazz Bromo ke-10 Akan Hangatkan Dinginnya Gunung Bromo
Belasan CJH itu menurut Faridul baru akan terbang pada 2022. Porsi haji mereka sebenarnya sudah ada list tahun itu.
Namun oleh KBIH bisa jadi diupayakan dengan memanfaatkan momen penggabungan.
Belum diketahui apakah CJH asli itu dicomot begitu saja atau sepengetahuan jemaah asli. Bisa jadi juga karena sudah izin CJH asli atas persetujuan KBIH. (Faiq)