Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Antar Ketua Komplotan 'Sakaratul Maut' Menikah di Mojokerto, Polisi Belikan Peci dan Kemeja

Unit 4 Premanisme Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengantar ketua komplotan pemeras sopir truk "Sakaratul Maut" untuk hadiri pernikahannya.

Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa
Unit 4 Premanisme Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengantarkan Imam 'Sakram' melaksanakan akad nikah di Mojosari, Mojokerto, pada Jumat (11/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Unit 4 Premanisme Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengantarkan ketua komplotan preman pemeras sopir truk antar provinsi, yakni komplotan "Sakaratul Maut" atau yang sering disebut "Sakram" bernama Imam Syafii untuk menjalani proses ijab kabul pernikahannya.

Kanit Premanisme 4 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Heru Dwi Purnomo mengatakan, dirinya bersama beberapa personelnya mengantarkan Imam "Sakram" ke Mojosari, Mojokerto.

"Demi alasan kemanusiaan, kami antarkan Imam ke desanya di Mojosari, Mojokerto. Di sana Imam melakukan ijab kabul bersama calon istri dan keluarga besarnya," beber Heru kepada TribunJatim.com, Rabu (1/8/2018).

Jawaban Young Lex usai Diprotes Penggemar BLACKPINK dan Tak Jadi Diundang Meet and Greet Lisa

Imam "Sakram" sendiri ditangkap pada 10 Mei 2018 lalu, sementara keesokan harinya, pada tanggal 11 Mei 2018, Imam berencana menikahi kekasihnya.

Heru menambahkan, pihaknya tak hanya mengantarkan, namun juga membelikan peci dan kemeja untuk Imam.

"Kami belikan peci, kemeja, dan seserahannya," sambung Heru lalu tersenyum.

Heru menambahkan, prosesi akad nikah itu berlangsung sekitar satu jam dengan diwarnai isak tangis haru dari mempelai wanita dan keluarga.

Tak Hanya Digoreng, Ini 10 Olahan Kentang dari Seluruh Dunia yang Bisa Buat Referensi Memasak Kamu

Kata Heru, usai menjalankan akad nikah, Imam dipersilahkan untuk melepas rindu bersama istri dan keluarganya untuk beberapa saat.

Setelah itu, Imam kembali digelandang ke Polda Jatim untuk menjalani proses hukum terkait perbuatannya.

Sebelumnya, komplotan "Sakram" telah melakukan pemalakan di jalur pantura, dan beberapa tempat lainnya.

Selain itu, mereka juga mendatangi kantor ekspedisi untuk meminta jatah bulanan.

Komplotan Jambret Jalan Arjuno Kerap Beraksi di Kawasan GBT Saat Ada Pertandingan Sepak Bola

Nilainya bervariasi, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Bahkan, bila keinginan mereka tak dituruti, komplotan itu akan menghentikan kendaraan jasa angkutan yang sedang lewat dan merampas STNK, buku KIR, sampai meminta uang kepada sopir.

Kepada TribunJatim.com, Imam menjelaskan dirinya beraksi di wilayah Pasuruan, Mojokerto, Probolinggo, Sidoarjo dan jalur pantura.

Gegara Gembok, Dua Pria ini Nyaris Dihajar Massa usai Tertangkap Basah Curi Motor

Yuk subscribe YouTube Channel TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved